• News

  • Megapolitan

Fraksi PSI Minta Rapat Terbuka dalam Tatib DPRD DKI

Anggota Fraksi PSI Justin Adrian
Youtube
Anggota Fraksi PSI Justin Adrian

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta agar rapat-rapat DPRD DKI bersifat terbuka dan bisa diakses media maupun masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Anggota Fraksi PSI Justin Adrian dalam usulan rapat tata tertib (tatib) DPRD DKI periode 2019-2024.

Dikatakan Justin, rapat DPRD DKI terbuka sesuai dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik.

"Kita ingin rapat-rapat ini lebih terbuka, karena kita mengingat ada UU Keterbukaan Informasi Publik, kita perjuangkan terbuka," kata Justin.

Keterbukaan rapat bagi media dan masyarakat yang semestinya sangat terbuka adalah mengenai rapat anggaran baik rapat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) maupun APBD-Perubahan.

"Jadi memang pengambilan keputusannya harus terbuka. Rapat anggaran tapi masyarakat juga harus ikuti prosesnya bagaimana kalau untuk pengumuman keputusannya apa kan prosesnya enggak kelihatan dong," ujarnya.

Tak hanya itu, Justin mengakatan, PSI juga mendorong adanya transparansi anggaran dalam kegiatan kunjungan kerja yang dilakukan oleh anggota DPRD DKI.

Sebelumnya bahkan PSI mengusulkan agar kegiatan kunker dikurangi. Namun tidak bisa lantaran sudah ada penetapan jumlah kegiatan kunker.

"Kita juga ingin kunker terbuka juga dilakukan dengan lebih efektif, terbuka, transparan juga. Kunker ke mana hasilnya apa agar masyarakat bisa menilai daerah kunker ini relevan atau tidak. Tadinya kita minta dikurangi, tetapi kita sudah komunikasi dengan fraksi lain," tutur Justin.

Dirinya menjelaskan, kunker di DPRD DKI Jakarta mempunyai empat jenis, yakni kunker komisi, fraksi, badan anggaran, dan badan pembentukan peraturan daerah (bapemperda).

Menurut dia jika kunker selalu terjadi, maka kinerja anggota DPRD DKI bagi masyarakat juga kurang produktif.

Ada pun untuk transparansi kunker PSI meminta agar semua kunker dan hasilnya dipublikasi di situs web dan media sosial milik DPRD DKI Jakarta agar bisa dilihat oleh masyarakat. 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli