• News

  • Megapolitan

Tender Proyek Pembangunan JIS, M Taufik Minta Konsorsium yang Kalah Pahami Prosesnya

Maket Jakarta International Stadium.
skyscrapercity
Maket Jakarta International Stadium.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik mengatakan, penawaran harga terendah belum tentu menjadi pemenang lelang. Menurutnya, panitia lelang di mana pun pasti memiliki penilaian tersendiri atas kualifikasi peserta lelang.

"Harga terendah itu belum tentu memenangkan lelang. Kalau lebih murah, tapi kualitasnya jelek, mau nggak. Untuk apa lelang ulang, kalau prosedurnya salah. Ini kan tidak ada yang salah sama sekali," kata Taufik.

Pernyataan Taufik sekaligus menjawab anggapan adanya permainan dalam proses lelang pembangunan JIS. Sebagian dewan menilai adanya kejanggalan dalam menetapkan pemenang tender proyek pembangunan JIS. Mereka meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengulang tender proyek pembangunan tersebut.

Taufik sendiri mengatakan, protes konsorsium Adhi Karya merupakan hal yang wajar karena kalah dalam pertempuran lelang. Namun, politisi Partai Gerindra ini menyesalkan langkah konsorsium itu yang tidak memanfaatkan masa sanggah sesuai aturan dalam lelang pengadaan.

"Kalau orang kalah pasti memasalahkan. Namanya juga kalah. Saya kira, peserta lelang harus tahu tata krama dan aturan lelang. Kan ada masa sanggah. Kenapa itu tidak dimanfaatkan. Lebih salah lagi, mereka tidak memanfaatkan masa sanggah tapi ngomong di luar," ungkapnya.

Dia berharap, PT Jakpro melanjutkan proses pembangunan JIS sesuai perencanaan sebelumnya. Menurutnya, protes konsorsium Adhi Karya jangan menjadi penghambat pembangunan stadion yang akan menjadi kebanggaan warga Jakarta itu.

"Konsorsium BUMN Adhi Karya dan lainnya harus ikuti aturan tender itu. Jangan menghambat pembangunan stadion, karena itu sangat dibutuhkan masyarakat Jakarta. Menurut gue normal saja lelang itu. Kalau tidak memanfaatkan sesuatu yang diberikan oleh aturan, itu justru janggal. Kan ada masa sanggah, silahkan berdebat pada masa itu," tegasnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P