• News

  • Megapolitan

Gelar Audit, BPKP Sebut Kinerja Perumda Pasar Jaya Masuk Kategori Baik

Audit kinerja Perumda Pasar Jaya tahun 2018 (DidiT)
Dokumen NNC/Wahyu Praditya Purnomo
Audit kinerja Perumda Pasar Jaya tahun 2018 (DidiT)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta, Samono mengungkapkan, kinerja Perumda Pasar Jaya masuk dalam kategori baik. Hal ini terungkap dari hasil audit kinerja Perumda Pasar Jaya tahun 2018 dengan poin 75,55.

"Nilai itu menunjukkan dimana posisi kita pada saat tertentu. Alhamdulillah dapat nilai baik. Tapi yang perlu dicermati adalah dimana dan kemana kita nanti. Nikmati prosesnya saja. Karena yang bisa berdampak langsung secara riil itu jika prosesnya on the track. Yang perlu kita camkan bersama adalah kita harus berproses menjadi lebih baik," ujar Damono, di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Dia meyakini, manajemen Perumda Pasar Jaya bisa memperbaiki hal-hal yang kurang dan menjadi prioritas. Menurutnya, Pasar Jaya harus bisa melayani semua lapisan masyarakat, baik dari sisi pelayanan, keuangan, operasional dan lainnya. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), katanya, Pasar Jaya harus turut mewujudkan visi misi Gubernur DKI Jakarta.

"Good Corporate Governance dan akuntabilitas itu keniscayaan. Kita ketahui direksi Pasar Jaya berupaya terus meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik. Mudah-mudahan hasil audit kinerja ini bisa memberikan informasi bagi direksi untuk mengambil keputusan agar diketahui dimana titik kita, dan bagaimana mencapai visi misi atau tugas khusus yang diberikan pak gubernur," katanya.

Koordinator pengawasan akuntan negara 2, Prakarsa Panastas Tambunan menjelaskan, indikator kinerja Perumda Pasar Jaya yang diaudit BPKP terkait keuangan, pelanggan, operasional, dan organisasi. Menurutnya, penilaian kinerja Pasar Jaya itu dilakukan berdasarkan pedoman evaluasi kinerja BUMD dan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2004 tentang Pedoman Penilaian Tingkat Kesehatan BUMD DKI Jakarta.

"Kalau diatas 90 persen skornya itu baik sekali, 75-90 persen baik, 60-75 persen cukup, 50-60 persen kurang, kurang dari 50 persen tidak baik. Hasil evaluasi kinerja Perumda Pasar Jaya tahun 2018 mencapai 75,55 persen dengan predikat Baik," katanya.

Menurutnya, hanya indikator asepk pelanggan yang dianggap masih kurang, terutama sisi kepuasan pelanggan dan rasio pertumbuhan pelanggan. Dia mengatakan, aspek kepuasan pelanggan belum optimal dikarenakan Pasar Jaya baru melakukan survei kepuasan pelanggan kepada satu pasar saja yaitu pasar tanah Abang blok B. 

"Pertumbuhan pelanggan juga rendah karena Pasar Jaya belum dapat meningkatkan pelanggan aktif dalam tahun 2018. Hal ini karena banyak pasar yang belum selesai renovasi sehingga belum dapat meningkatkan pelanggan aktif dalam tahun 2018," ungkapnya.

Dalam audit kinerja itu, lanjutnya, BPKP juga menemukan beberapa temuan. Diantaranya ada 27 jabatan kosong selama tahun 2018 yang berdampak adanya rangkap jabatan. Lalu, katanya, BPKP juga melakukan survei ke lokasi pasar diantaranya ke Pasar Teluk Gong, Ganefo, Glodok dan Mayestik.

"Di Teluk Gong ada kerusakan meteran listrik sebanyak 60 unit. Di pasar Ganefo, sewa listrik sebesar Rp 1500 per hari namun pedagang (los) tidak dapat karcis dan ruang kesehatan disatukan dengan ruang laktasi," tegasnya.

Sementara, di pasar Glodok ditemukan  ruangan kesehatan namun tidak ada dokter yang bertugas dan tidak terdapat cctv yabg nenjadi tanggung jawab pengelola yang merupakan satu syarat SNI tipe I. Sedangkan CCTV yang terpasang mayoritas milik pribadi pedagang.

"Di pasar Mayestik, poliklinik telah ada namun belum ada dokter yang bertugas belum terjadwal dengan baik. Lorong pasar dan counter terbuka dipakai untuk berjualan dan menyimpan sebagian barang jualan," ucapnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, penilaian BPKP atas kinerja Perumda Pasar Jaya membaik. Sebelumnya, audit kinerja BPKP yang dilakukan pada tahun 2016 mendapatkan skor 64,78 persen. Namun, dia menginstruksikan jajaran manajemen Pasar Jaya agar tetap menjalankan bisnis sesuai tata kelola perusahaan yang baik.

"Skoring ini membaik. Tapi tantangannya sangat banyak. Kalau lihat temuannya, harusnya tidak perlu ada tapi ini terjadi. Saya minta jajaran direksi untuk menata lebih baik karena ada ruang pendapatan yang tidak bisa kita capai. Seperti kantor kas Bank DKI pun ada yang belum tertagih. Saya yakin masih ada temuan lainnya yang menjadi potensi bisnis kita," tegasnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli