• News

  • Megapolitan

Soal Isu Penyewaan Kios Harus Melalui Istri Gubernur, PT MRT: Menyesatkan

ilustrasi
Dokumentasi Netralnews
ilustrasi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT MRT Jakarta membantah isu yang menyebutkan proses penyewaan kios UMKM di stasiun-stasiun MRT harus seizin Fery Farhati Ganis, istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, M Kamaluddin menyebut informasi yang beredar di media sosial adalah salah dan menyesatkan.

"Informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa proses penyewaan kios (UMKM) di seluruh Stasiun MRT Jakarta harus seizin Ibu Fery Farhati Ganis (Istri dari Gubernur DKI Jakarta) merupakan informasi yang salah, tak mendasar, dan menyesatkan," kata Kamaluddin dalam keterangan tertulis, Senin (14/10/2019). 

"Proses kurasi dan seleksi dilakukan oleh pihak yang berkompeten dan independen, yaitu Tenaga Ahli Bekraf," lanjutnya.

Ada 3 kategori UMKM yang bisa berjualan di stasiun MRT, yaitu kuliner, fesyen, dan kriya. Kamal mengatakan tim kurator dari Bekraf adalah sosok berpengalaman dan memiliki keahlian yang andal di tiap kategori.

Saat ini, di beberapa stasiun MRT memang ada kios-kios untuk UMKM berjualan. PT MRT Jakarta lalu menjelaskan proses seleksi dari UMKM tersebut. Dalam proses itu, PT MRT Jakarta bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk mengkurasi UMKM yang ditempatkan di stasiun. 

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta turut serta dalam proses seleksi dengan mengirimkan surat minat ke MRT Jakarta untuk menjadi salah satu UMKM MRT Jakarta. Seperti diketahui, Ketua Dekranasda DKI adalah Fery Farhati Ganis. 

"Dekranasda terlebih dahulu melakukan kurasi secara internal terhadap branddan produk yang berada di bawah naungan Dekranasda dan selanjutnya mengajukan 18 brand dari hasil kurasi internal Dekranasda kepada Tim Kurator Seleksi UMKM MRT Jakarta bersama Bekraf. Berdasarkan hasil kurasi dari Tim Kurator diperoleh 6 brand yang kemudian tergabung di dalam 1 booth Dekranasda," jelas Kamal.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli