• News

  • Megapolitan

Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ayat Alquran, Ini Komentar Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (bataranews)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (bataranews)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanggapi pelaporan sejumlah pihak ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, karena dituding melakukan penistaan agama dengan mengutip salah satu ayat kitab suci.

Ahok mengaku tidak gentar dengan laporan tersebut, karena memang dirinya tidak pernah menghina agama manapun.

"Ya silahkan aja. Karena kan kalimatnya kalo kalian ikutin video jelas. Saya tidak mengatakan menghina Alquran. Saya tidak megatakan Alquran bodoh," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Mantan Bupati Belitung Timur ini kemudian menjelaskan maksud dari pernyataannya yang kemudian dituding oleh sejumlah pihak menistakan agama.

"Saya katakan kepada masyarakat di Pulau Seribu, 'Kalau kalian dibodohi oleh orang-orang rasis, pengecut, menggunakan ayat suci itu untuk tidak milih saya, ya silahkan gak usah milih.'," ungkapnya.

Lebih jauh Ahok mengisahkan soal pengalamannya diserang dengan isu SARA saat dirinya terjun ke dunia politik pada 2003 silam di Belitung Timur.

"Saya pengalaman dari tahun 2003 berpolitik. Saya temukan lawan-lawan politik yang rasis dan pengecut selalu menggunakan ayat itu untuk membodohi orang pilih saya," jelas Ahok.

"Jadi ayat Alquran ada yang salah gak? Gak salah. Konteksnya bukan itu. Konteksnya jangan pilih Nasrani, Yahudi jadi temenmu, sahabatmu sebenernya terjemahan asli. Nanti bilang saya campurin urusan agama. Saya sekolah Islam, SD-SMP 9 tahun," jelasnya.

Sebelumnya, Ahok dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), karena dirinya dinilai telah melakukan penistaan agama.

"Kata Ahok umat dibohongi oleh Surat Al Maidah tersebut. Padahal di sini bukan pemilihan agama. Di lain pihak dia menyebutkan jangan menyebar SARA tapi dia yang lebih banyak menyebutkan SARA dengan membawa-bawa nama agama," kata Ketua ACTA Dahlan Pido di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2016).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro