• News

  • Megapolitan

Ahok: Ini Menyebarkan Kebencian dan Provokasi

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Netralnews/Adiel Manafe)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Netralnews/Adiel Manafe)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Meski merasa dirinya telah difitnah, namun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak berniat memperkarakan pihak-pihak yang telah melaporkan dirinya ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dengan tuduhan melakukan penistaan agama.

Ahok tidak ingin melapor balik karena menurutnya hanya membuang-buang waktu. Selain itu, ia menilai aparat kepolisian juga dapat menjerat pihak yang melaporkan dengan tuduhan telah memfitnah dan memprovokasi masyarakat.

"(Lapor balik?) Enggak tahu, ngapain saya ngelaporin, buang waktu. Bisa saja orang yang melaporkan balik, polisi juga bisa periksa. Ini menyebarkan kebencian dan provokasi," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Selain merasa membuang-buang waktu dengan melapor balik, mantan Bupati Belitung Timur ini menyebutkan telah ada aturan yang mengatur jika pelapor terbukti memfitnah maka akan dipidanakan.

"Polisi ada surat Kapolri, yang ngelaporin ini bisa tangkap, ini menyebarkan kebencian, (dengan mengatakan) Ahok perlu dirajam , dihukum lah, macam-macam omongannya karena menghina Alquran," paparnya.

Sebagai informasi, tindak pidana pengaduan palsu atau pengaduan fitnah diatur dalam pasal 220 KUHP dan pasal 317 KUHP.

Pasal 220 KUHP mengatakan "Barang siapa memberitahukan atau mengadukan bahwa telah dilakukan suatu perbuatan pidana, padahal mengetahui bahwa itu tidak dilakukan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan."

Sementara pasal 317 KUHP berbunyi "Barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang, diancam karena melakukan pengaduan fitnah, dengan pidana penjara paling lama empat tahun."

Sebelumnya, Ahok dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2016) oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), karena dirinya dinilai telah melakukan penistaan agama.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro