• News

  • Megapolitan

Pengamat: Kapolri dan Panglima TNI Harus Menjamin Keamanan di Indonesia

Maksimus Ramses Lalongkoe (jakportal)
Maksimus Ramses Lalongkoe (jakportal)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan, Kepala Kepolisian Indonesia (Kapolri) dan Panglima TNI harus menjamin keamanan di Indonesia pasca-terjadinya berbagai riak-riak di sejumlah tempat di Indonesia belakangan ini, terutama peristiwa keributan yang baru saja terjadi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (6/11/2016) malam.

"Saya berharap Panglima TNI dan Kapolri harus sigap dan harus menjamin keamanan di seluruh Indonesia saat ini. Riak-riak kecil yang terjadi saat ini harus disikapi secara sigap tanpa kenal kompromi dari pihak manapun jika sudah mengganggu kamtibmas," kata Ramses kepada Netralnews.com, Senin (7/11/2016).

Kesigapan aparat keamanan lanjutnya, memberi rasa aman bagi masyarakat Indonesia yang menghendaki kedamaian bagi sesama. Aparat keamanan jangan menganggap sederhana dan biasa-biasa saja terhadap riak masyarakat saat ini. Aparat di bawah komando Panglima TNI dan Kapolri harus memberikan tindakan keras tanpa kompromi terhadap gangguan keamanan bangsa.

"Masyarakat Indonesia membutuhkan rasa aman. Maka kesigapan aparat keamanan dalam membendung segala riak masyarakat menjadi hal penting. Aparat jangan anggap sederhana dan biasa saja terhadap seluruh dinamika yang terjadi saat ini" tegasnya.

Lebih lanjut Ia menambahkan, dinamika politik saat ini kian hangat. Rasa aman bagi masyarakat terganggu akibat ulah aktor-aktor politik yang berusaha memanas-manasi situasi dengan caranya masing-masing. Di tengah kondisi ini, aparat keamanan tidak boleh lengah apalagi sengaja membiarkan gesekan-gesekan sekecil apapun di tengah masyarakat.

Sebelumnya, sekelompok pemuda di Tanah Abang, Jakarta Pusat, terlibat tawuran. Lokasi tawuran tersebut dilaporkan terjadi di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Berdasarkan informasi, tawuran itu dipicu oleh pemukulan terhadap seorang warga, yang kemudian menyulut emosi warga lainnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro