• News

  • Megapolitan

TNI Bantu Relokasi Warga Pasar Ikan

Anggota TNI menolong warga yang pingsan saat penggusuran di kawasan Pasar Ikan. (Netralnews/Adiel Manafe)
Anggota TNI menolong warga yang pingsan saat penggusuran di kawasan Pasar Ikan. (Netralnews/Adiel Manafe)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Meski sempat mendapat kritikan atas kehadiran 400 personel TNI yang dianggap menakut-nakuti warga pada penggusuran pemukiman di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, nyatanya TNI ikut membantu warga dalam memindahkan barang, hingga menolong warga yang jatuh pingsan.

Menurut Komandan Satuan Komando Distrik Militer (Dandim) 0502 Jakarta Utara, Letnan Kolonel Kavaleri Soleh, kehadiran TNI di Pasar Ikan sejak turunnya surat peringatan (SP). TNI hadir dan tergabung dalam tiga pilar, yaitu TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

"Jadi kehadiran kami di sini sejak pertama dilayangkannya SP, tanggal 30 Maret. Tugas kami adalah untuk membantu Pemda dan kepolisian, guna mengamankan jalannya relokasi hingga penertiban," ujar Soleh di Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/4/2016).

Soleh menjelaskan, jika penertiban hari ini sudah berjalan sesuai dengan prosedur, baik dari pemberian SP oleh Wali Kota, sosialisasi, hingga merelokasi warga ke rumah susun (rusun).

"Pada kegiatan revitalisasi hari ini dari pihak 3 pilar sudah sesuai prosedur. Seperti Pak Wali Kota memberi SP 1,2,3, sudah disosialisasikan secara lisan maupun tertulis. Bahkan pada saat pemindahan tiga pilar juga turut membantu. Untuk warga yang sisa, hari ini pindah ke rusun juga kita bantu dari kendaraan sampai ke rusun nanti," jelas Soleh.

Pantauan Netralnews.com, sejak pagi, ratusan TNI membantu aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya, dan Satpol PP, mengamankan jalannya penertiban di pasar ikan tersebut. Anggota TNI juga ikut membantu warga memindahkan barangnya, bahkan sempat menolong warga yang jatuh pingsan.

Sebelumnya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyayangkan kehadiran sejumlah TNI yang terlibat pada penggusuran. Menurutnya, kehadiran militer di sana hanya akan mengusik hati warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Hal senada juga diungkapkan seniman sekaligus aktivis HAM Ratna Sarumpaet yang meminta agar TNI menarik diri dari Pasar Ikan, karena kehadirannya hanya membuat warga takut.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro