• News

  • Megapolitan

Isu Fee Proyek VSAT, Ini Kata Tim Anies-Sandi

Anthony Leong. (jengpatrol)
Anthony Leong. (jengpatrol)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan - Sandiaga Uno, membantah adanya tudingan menyebutkan jika Anies telah menerima imbalan dari proyek VSAT (Very Small Aperture Terminal) senilai Rp5 miliar saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

"Kalau memang ada salah sudah dari awal diproses oleh KPK, tapi ini kan gak ada. Itu hanya angin belaka," ujar tim pemenangan Anies-Sandi, Anthony Leong, kepada Netralnews.com, Senin (30/1/2017).

Anthony menganggap, isu tersebut hanyalah black campaign yang dibangun rival Anies-Sandi di Pilkada DKI2017 ini, sebagai bentuk kepanikan atas elektabilitas paslon nomor urut tiga itu yang kian meningkat jelang pemungutan suara 15 Februari 2017.

"Sekarang muncul black campaign ke KPK mau demo, ada ormas-ormas yang mau mengganggulah. Artinya ini kan tim paslon lain sudah panik kali ya, makanya dimunculkan berita-berita yang tidak mengenakan," ungkapnya.

Sebelumnya, Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkap calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kamerad menyebut, Anies telah menerima imbalan dari proyek VSAT, komunikasi jarak jauh berbasis satelit di Kemenkominfo, sebesar Rp5 miliar.

Uang tersebut, menurut Kamerat, ditransfer ke rekening adik Anies, Abdillah Rasyid Baswedan, dari seseorang berinisial YS. Bahkan Kamerad mengaku memiliki bukti transfernya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro