• News

  • Megapolitan

Polisi Akan Surati BPN untuk Bekukan Aset Nuryanto

Para tersangka kasus investasi bodong Pandawa Group. (Netralnews/Toar Sandy Purukan)
Para tersangka kasus investasi bodong Pandawa Group. (Netralnews/Toar Sandy Purukan)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Polda Metro Jaya akan mengirim surat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), agar aset-aset dalam bentuk tanah milik bos Pandawa Group, Nuryanto, dibekukan sehingga tidak bisa dipindahtangankan.

“Ke depan kita akan membuat surat ke BPN, agar benda yang tidak bergerak tadi tidak bisa dipindahtangankan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Selain tanah, Polda Metro Jaya juga akan bersurat ke Samsat agar beberapa kendaraan milik tersangka Nuryanto tidak dapat dipindahtangankan.

“Kita akan berupaya, agar aset-aset yang ada kita kumpulkan pelan-pelan. Makanya tim kita sedang bergerak, sedang bekerja, nanti kalau ada perkembangan lain kita sampaikan,” tambahnya.

Sementara ini baru tujuh kendaraan roda empat, beberapa sepeda motor, dan 40 sertifikat tanah yang telah disita oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil menangkap pemilik Pandawa Group Nuryanto bersama dengan tiga pelaku lainnya, yaitu Madamine, Taryo, dan Subardi di Tangerang, Banten, Senin (20/2/2017) dini hari.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi M Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/2/2017), mengatakan bahwa Nuryanto telah melakukan penipuan, penggelapan, pelanggaran perbankan, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pasal-pasal yang disangkakan yaitu Pasal 378 dan 379A KUHP, terkait dengan penipuan. Kemudian penggelapan dikenai Pasal 372, terkait pelanggaran perbankan Pasal 46 UU Nomor 10/1998, lalu TPPU Pasal 3, 4, 5, dan 6 UU Nomor 8/2010.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Y.C Kurniantoro