• News

  • Megapolitan

Terlibat Tawuran, Siswa Akan Terkena Sanksi Pencabutan KJP

Ilustrasi tawuran. (itoday)
Ilustrasi tawuran. (itoday)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kebijakan pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi siswa yang terlibat tawuran mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Menurut anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali, sanksi pencabutan KJP terhadap siswa yang terlibat tawuran merupakan sebagai upaya untuk memberikan efek jera.

"Kami sangat mendukung sanksi pencabutan KJP bagi siswa yang terlibat tawuran, karena tawuran itu membahayakan," katanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Bahkan, Ashraf juga meminta adanya sanksi terhadap sekolah apabila terdapat anak didiknya yang kedapatan terlibat tawuran, sehingga sekolah ke depannya diharapkan bisa lebih meningkatkan pendidikan dan keamanan di sekolah.

"Sanksi tegas tidak hanya kepada pelajar tapi guru juga. Harus lebih ketat lagi keamanan di sekolah. Ke sekolah harusnya bawa pulpen dan buku, bukan senjata tajam," ujarnya.

Editor : Y.C Kurniantoro