• News

  • Megapolitan

Ini Hasil Olah TKP dari Lokasi Pesta Seks Gay di Kelapa Gading

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono SIK, MSI dan Kasat Reskrim AKBP Nasriadi (dok. Tribrata)
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono SIK, MSI dan Kasat Reskrim AKBP Nasriadi (dok. Tribrata)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus pesta seks  lokasi Fitnes Atlantis Gym yang berada di rukan permata Blok 15-16, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Selasa (23/5/2017).

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono SIK, MSI yang memimpin langsung olah TKP dan didampingi Kasat Reskrim AKBP Nasriadi. Dari olah tkp tersebut diketahui bahwa di tempat tersebut diketahui sebagai tempat bagi para pencinta sesama jenis.

Sebelum para pelanggan masuk ke lokasi tersebut, mereka terlebih dahulu diberitahu oleh pengelola akan adanya acara atau ivent, melalui brodcast whatsapp maupun BBM.

Para pelanggan yang datang ke ruko langsung menuju lantai 1 roko dan masuk melalui satu pintu. Dengan melalui satu pintu, para pelanggan yang masuk harus terlebih dahulu membayar sebesar Rp185 ribu, dengan pengamanan ketat.

Di lantai satu ini digunakan sebagai tempat untuk fitnes, dengan fasilitas yang disediakan berganti pakaian dengan 206 loker kecil untuk menyimpan pakaian.

Di lantai 2, diketahui memiliki satu kolam, 3 kamar shower tertutup, dan 2 shower terbuka, serta 2 ruangan untuk spa, di mana lokasi ini digunakan sebagai tempat untuk berendam air hangat sekaligus para pengunjung disuguhi tari telanjang.

Di lantai 3 didapati 29 kamar berukuran kecil, dan satu tempat sel, dan satu ruangan untuk tempat istirahat. Lokasi ini merupakan tempat untuk melakukan berhubungan badan. Sedangkan untuk lantai 4, merupakan tempat VIP, dan di lokasi ini memiliki satu mini bar santai serta memiliki satu kolam balon.

“Hari ini kita telah melakukan rekonstruksi. Kita sudah lakukan pengecekan tempat-tempat yang di pergunakan untuk tari telanjang," kata Kapolres.

Dari hasil olah TKP juga diketahui, para pengunjung mengetahui tempat ini melalui broadcast whatsapp dan mengundang para tamu yang sebelumnya pernah datang kesini, sehingga mereka semua tahu ada kegiatan seperti ini.

"Kita mendapatkan informasi dari masyarakat dan tidak mendapatkan tekanan dari ormas manapun,” ungkap Kapolres.

Editor : Wulandari Saptono