• News

  • Megapolitan

Polisi Bantah Menyebarkan Foto Telanjang Peserta Pesta Seks Kaum Gay

Pesta Gay yang digerebek (dok. Polres Jakarta Utara)
Pesta Gay yang digerebek (dok. Polres Jakarta Utara)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polisi membantah tuduhan bahwa  telah melakukan sewenang-wenang saat melakukan penangkapan terhadap 144 pengunjung dan staf Atlantis Gym & Sauna yang sedang melakukan pesta seks gay, di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 21 Mei 2017 pukul 20.00 WIB,d engan memotret para korban dalam kondisi tidak berbusana dan menyebarkan foto tersebut hingga menyebar viral baik melalui pesan singkat, media sosial maupun pemberitaan.

Pemimpin operasi penggerebekan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan di Ruko Kokan Permata Kelapa Gading Jakarta Utara, Selasa (23/5/2017), saat penggerebekan dilakukan, para pelaku yang tertangkap digiring dari lantai atas melewati lantai satu gym yang digunakan untuk fasilitas gym.

Di lantai satu itu, banyak yang  pegang handphone semua, lihat posisi mereka turunkan dari bawah, dari tangga. Karena para pelaku melewati gym, menurut Nasriadi, foto yang tersebar dimungkinkan disebar pengunjung lain. Jadi, kemungkinannya pelakunya dari pihak  mereka sendiri, lalu menyebarkannya.

Secara tegas Nasriadi mengatakan, polisi tidak pernah melakukan penyebaran sehingga foto penggerebekan itu menjadi viral. Dia bilang, segala tindakan hukum pasti ada yang menyukai dan tidak. Dalam melakukan penggerebekan berlandaskan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Koalisi Advokasi untuk Tindak Kekerasan terhadap Kelompok Minoritas Identitas dan Seksual mengecam tindakan sewenang-wenang yang dilakukan pihak kepolisian saat melakukan penangkapan terhadap 144 pengunjung dan staf Atlantis Gym & Sauna, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 21 Mei 2017 pukul 20.00 WIB.

Meski telah didampingi oleh kuasa hukum dari koalisi advokasi untuk Tindak kekerasan terhadap kelompok minoritas, para korban tetap diperlakukan secara sewenang-wenang oleh kepolisian setempat dengan memotret para korban dalam kondisi tidak berbusana dan menyebarkan foto tersebut hingga menyebar viral baik melalui pesan singkat, media sosial maupun pemberitaan.

Tindakan tersebut adalah tindakan sewenang-wenang dan menurunkan derajat kemanusiaan para korban. "Penangkapan ini juga sebagai preseden buruk bagi kelompok minoritas gender dan seksual lainnya. Penangkapan di ranah paling privat ini bisa saja menjadi acuan bagi tindakan kekerasan lain yang bersifat publik," tandasnya.


 

Editor : Wulandari Saptono