• News

  • Megapolitan

Alat-alat Bantu Seks yang Dipakai di Pesta Gay

Polisi saat melakukan olah TKP (dok.tribrata)
Polisi saat melakukan olah TKP (dok.tribrata)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Masih cerita seputar penggerebekan pesta seks yang dilakukan oleh kaum gay di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ketika Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara mendapat informasi soal adanya pesta sex yang kerap dilakukan dis ebuah tempat fitnes  di Ruko Kokan Permata Blok B 15, 10 Kelapa Gading RT 15, RW 03 Kelapa Gading Barat Jakarta Utara, tak serta merta polisi melakukan penggerebekan.

Polisi perlu melakukan penyelidikan dan pengeintaian terlebih dahulu. Itu dilakukan selama dua minggu yang dipimpin  Kasat Reskrim AKBP Nasriadi SH, SIK, MH . dari penyelidikan itu, polisi mengetahui bahwa Atlantis Gym yang merupakan pusat kebugaran ini sudah berjalan sejak tiga tahun. Namun untuk kegiatan pesta khusus di kalangan gay baru  berlangsung semenjak satu setengah tahun belakangan ini.

"Dalam rangka operasi cipta kondisi menjelang Bulan Suci Ramadhan 2017, saya memerintahkan untuk melaksanakan kegiatan mencegah dan penegakan hukum terhadap tindak pidana asusila, perjudian dan premanisme,” begitu kata Kapolres Kombes Pol Dwiyono SIK, MSI.

Kecurigaan makin besar, karena saat akan masuk ke lokasi tersebut, pihak pengelola  melakukan pengamanan dengan ketat. Belum lagi untuk masuk ke lokasi itu pendatang harus membayar, utamanya pada hari Minggu, per orangnya harus membayar Rp185.000. Kemudian bebas mengunakan fasilitas yang ada disana.

Saat petugas masuk ke lokasi tersebut, diketahui bahwa izin dari tempat tersebut adalah untuk fitness namun tidak ada plang berkaitan dengan fitnes atau lainnya. Hanya nama Kecil PT Altlantis. Pada saat polisi masuk di lantai 1 menemukan ada tempat gym namun saat itu kosong. aktivitas baru terlihat di lantai dua.

Di lantai 2, ada beberapa pria serta empat orang laki-laki yang di arena penari telanjang. Sementara di lantai 3 dalam kondisi gelap. "Namun ada kamar-kamar yang dipergunakan untuk pesta seks dan kita temukan di situ bekas kondom yang dugunakan,” papar Kapolres.

Yang menarik, ada banyak barang bukti yang disita polisi. Dari kondom, tiket masuk, rekaman CCTV, fotokopi ijin usaha, uang tip, kasur matras, iklan event the wild one, hp yang di broadcast sampai peralatan BSDM. 

BDSM merupakan kegiatan alternatif seksual yang melibatkan suatu permainan peran dengan terdiri dari bondage, disiplin (discipline), dominasi dan submisi (dominance and submission), sadomasokhisme. Rupanya panitia juga menyediakan sejumlah alat bantu seks.

Alat-alat bantu seks itu, antara lain :

1. Kerangkeng atau penjara kecil dengan tirai berwarna hijau. Di dalam kerangkeng itu terdapat matras berwarna hitam. Bagian tembok di dalam kerangkeng tampak dicoreti tulisan-tulisan, salah satunya 'Safety is Priority'.

2. Alat-alat BDSM (bondage and discipline, dominance and submission, sadism and Masochism) yang digunakan untuk mengikat bagian tubuh, seperti leher, tangan, dan kaki.

3. Kostum mirip kostum superhero. Kostum tersebut berwarna merah dengan lengan baju hijau. Pada bagian dada kanan kostum tertulis huruf "A". Ada juga sebuah topeng berwarna hitam yang diamankan bersama dengan kostum itu.'

4. Sebuah kolam yang sepertinya berada di lantai 3, yang digunakan untuk fasilitas spa. Di dekat kolam itu, terdapat tiang-tiang yang kemungkinan besar digunakan untuk striptis.

Editor : Wulandari Saptono