• News

  • Lingkungan

Atasi Hama Tikus, Pemda Lepas Burung Hantu

Burung hantu dilepaskan untuk memberantas hama tikus.
Flickr
Burung hantu dilepaskan untuk memberantas hama tikus.

KEDIRI, NETRALNEWS.COM - Para petani di Kabupaten Kediri mengeluhkan hama tikus yang menyerang tanaman padi mereka. Sudah sejak dua tahun terakhir ini puluhan hektar lahan pertanian rusak akibat hewan tersebut.

Sebanyak dari 27 kecamatan terserang hama tikus, diantaranya Plemahan, Purwoasri dan Kayen Kidul. Kawasan ini merupakan penyumbang padi terbesar, namun juga paling banyak diserang hama.

Ketua Kelompok Tani di Desa Jambu, Suwarno mengatakan, seluruh lahan pertanian di wilayahnya tak luput dari serangan tikus, selain itu palawija, jagung, buah-buahan hingga rumput gajah yang biasa dikembangkan di sawah juga terkena hama tikus.

“Saya melihat ada perbedaan jenis tikus yang kini menyerang tanaman. Apabila dulu tikusnya kecil-kecil, sekarang ukurannya besar. Orang sini bilang Tikus Rewok. Apa saja dimakan, khususnya tanaman di dekat buah-buahan,” ucap Suwarno, seperti data yang didapat wartawan, Rabu (17/10/2017).

Menurut Suwarno, petani sebenarnya sudah berupaya mengendalikan serangan tikus secara kimiawi. Mereka memasang obat pestisida yang dicampurkan pada makanan sebagai umpan.

“Biasanya kami memakai obat jenis thimex. Kita campurkan pada umpan lalu kita tinggalkan di sawah,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kediri Widodo Santoso mengaku, serangan hama tikus di wilayahnya sudah merajalela. Pihaknya menerima laporan dari berbagai tempat mengenai serangan hama ini.

“Kami mendapatkan laporan dari mana-mana. Tikus sudah sangat merajalela,” ucap Widodo.

Menyikapi masalah petani, Dinas Pertanian Kabupaten Kediru menyerahkan 10 ekor burung hantu untuk para petani. Burung pemakan daging ini merupakan pemangsa bagi hewan tikus. Burung dikembang biakkan di sawah melalui pendirian pagupon, atau sarang. Burung juga dilepas agar berkembang biak secara alami.

“Hari ini kami serahkan bantuan burung hantu atau tito alba 10 ekor. Sebelumnya kami telah menyerahkan 36 ekor. Sehingga totalnya sudah 46 ekor. Kita lepas di kawasan endemik hama tikus seperti di Kayen Kidul ini,” beber Widodo.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?