• News

  • Nasional

Soal Konten Porno di WA, DPR Minta Pemerintah Bersikap Tegas 

Anggota Komisi I DPR dan Ketua Fraksi PPP MPR, Arwani Thomafi
Istimewa
Anggota Komisi I DPR dan Ketua Fraksi PPP MPR, Arwani Thomafi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Keberadaan konten porno di emoji aplikasi  WhatsApp (WA) harus segera direspon cepat oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat khususnya kalangan orangtua. Karena aplikasi WA tersebut sudah menjadi alat komunikasi yang populer yang digunakan oleh hampir semua kalangan usia, tidak terkecuali anak-anak. 

Ketua Fraksi PPP MPR RI yang juga anggota Komisi I DPR RI Arwani Thomafi, angkat bicara tentang konten porno yang terdapat di aplikasi WA itu.

"Pemerintah harus bersikap tegas atas keberadaan emoji porno kepada penyedia aplikasi whatsapp tersebut. Karena secara tidak langsung, kedaulatan kebudayaan kita terancam dengan keberadaan emoji yang berkonten pornografi tersebut," kata Arwani Thomafi  kepada wartawan di Parlemen, Senin (6/11/2017).

Lanjutnya, bahwa Pemerintah harus berikan deadline ke pihak WhatsApp agar segera menghapus konten pornografi tersebut.  

Langkah ini penting untuk memastikan paparan konten pornografi tidak makin meluas diakses oleh publik.

"Kemajuan teknologi jangan sampai merusak dan mengancam moralitas dan kedaulatan kebudayaan negeri ini. Kemajuan teknologi harus diarahkan kepada daya saing yang positif demi kemajuan bangsa dan negara," ujar Arwani Thomafi.

Terkait permasalahan tersebut, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengambil langkah serius dengan mengancam akan memblokir layanan pesan instan Whatsapp pada Rabu (8/11/2017) besok jika WhatsApp tak merespons permintaan Kemkominfo untuk memblokir konten pornografi dalam bentuk format gambar GIF yang ada di layanan perpesanannya. 

"Pemblokiran dilakukan kalau tidak ada tanggapan serius dari WhatsApp. Rabu harusnya respon. Kalau ngga direspon bakal diblokir WhatsApp," tegas Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dalam konferensi pers di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (6/11/2017) kemarin. 

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli