• News

  • Nasional

Hary Tanoesoedibjo Minta Diperiksa Minggu ke-4 Maret

Hary Tanoesoedibjo
Hary Tanoesoedibjo

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bambang Hary Tanoesoedibjo memohon kepada JAM Pidsus, Arminsyah, di Jakarta untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi restitusi pajak perusahaan PT Mobile8 Telecom (PT Smartfren) hari Senin atau Selasa Minggu ke-4 bulan Maret 2016 ini.

Permohonan Hary Tanoesoedibjo, mantan Komisaris PT Smartfren, disampaikan melalui surat No.0054/2016/0581.01/HP&P, tanggal 10 Maret 2016, perihal permohonan penundaan pemeriksaan sebagai saksi dari pengaca saksi pada Hotman Paris & Partners Law Firm.

Hary Tanoesoedibjo dijadwalkan diminta keterangan sebagai saksi pada Kamis tetapi berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota. Untuk itu dia minta diundur ke pekan terakhir Maret ini.

Dengan tidak hadirnya Hary Tanoe, maka penyidik hanya memeriksa satu saksi, Abu Said Maha (Kepala Seksi Pencairan Dana Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, Jakarta I).

Pemeriksaan pada pokoknya terkait dengan kronologis prosedur dan proses pembuatan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang dilaksanakan oleh Saksi Abu Said selaku Kuasa Bendahara Umum Negara untuk pelaksanaan pengeluaran dana permohonan Restitusi yang dimohonkan oleh PT Mobile 8 Telecom.

Dugaan korupsi itu setelah tim penyidik mendapatkan keterangan dari Direktur PT. Djaya Nusantara Komunikasi bahwa transaksi antara PT. Mobile8 Telecom dan PT. Djaya Nusantara Komunikasi tahun 2007-2009 senilai Rp 80 miliar adalah transaksi fiktif dan hanya untuk kelengkapan administrasi pihak PT. Mobile8 Telecom akan mentransfer uang senilai Rp 80 milar ke rekening PT. Djaya Nusantara Komunikasi.

Transfer tersebut dilakukan pada Desember 2007 dengan dua kali transfer, pertama transfer dikirim senilai Rp 50 miliar dan kedua Rp 30 miliar. Namun, faktanya PT Djaya Nusantara Komunikasi tidak pernah menerima barang dari PT. Mobile8 Telecom. Permohonan restitusi pajak lalu dikabulkan oleh KPP, padahal transaksi perdagangan fiktif.

Editor : Hila Japi
Sumber : Antaranews