• News

  • Lingkungan

Ini Alasan Banyaknya Burung Hantu Berbintik yang Mati di California

Burung hantu berbintik ditemukan mati di sekitar ladang ganja ilegal.
Live Science
Burung hantu berbintik ditemukan mati di sekitar ladang ganja ilegal.

JAKARTA, NNC - Penelitian baru mengungkapkan bahwa beberapa spesies burung hantu, termasuk burung hantu berbintik utara (northern spotted owl), telah mati akibat terkontaminasi racun tikus yang dipasang di ribuan tempat penanaman ganja pribadi ilegal  di negara bagian Humboldt, Mendocino dan Del Norte, California barat.

Racun tikus ini telah mengkontaminasi sumber makanan utama burung hantu, yaitu tikus dan cecurut, yang, seperti manusia, tertarik pada tanaman yang berbau khas ini. Ilmuwan dari Universitas California, Davis, dan Akademi Ilmu Pengetahuan California telah mendeteksi jejak rodentisida antikoagulan di tujuh dari 10 bangkai burung hantu berbintik utara yang mereka kumpulkan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan hari ini (11 Januari) di jurnal Avian Conservation and Ecology.

Spesies yang terdaftar sebagai terancam pada tingkat federal dan negara bagian AS, juga bukan satu-satunya korban racun pestisida tikus. Burung hantu Barred, yang bersaing untuk mendapatkan tempat dan sumber daya yang sama seperti spesies burung hantu lainnya, juga terkena racun yang sama dari makanan mereka.

Dari 84 burung hantu yang mati, para peneliti mengatakan 34 ekor burung hantu - sekitar 40 persen - dinyatakan positif terhadap zat tersebut, yang menghambat kemampuan tubuh untuk menggumpal darah dan dapat menyebabkan pendarahan internal yang tidak terkendali.

Yang membuat situasi semakin buruk adalah kenyataan bahwa lading penanaman ganja pribadi, baik itu legal maupun ilegal, seringkali berlokasi di dekat atau di dalamarea habitat kritis yang ditentukan untuk burung hantu berbintik utara dan sejenisnya.

"Burung hantu berbintik cenderung mencari makan di sepanjang tepian hutan. Karena lokasi penanaman ganja ditemukan di sekitar dan daerah tepian hutan, maka kemungkinan inilah sumber pemaparan kontaminasi racun pestisida," kata penulis studi utama, Mourad Gabriel, dari UC Davis, dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Live Science, Sabtu (13/1/2018).

Dengan diluncurkannya Proposisi 64, inisiatif pemilih 2016 untuk melegalkan ganja di California, para penanam dan pengusaha ganja mengatakan bahwa mereka mengharapkan untuk melihat peningkatan dalam jumlah dan ukuran dari situs budidaya informal ini.

Tren ini, kata periset, bisa "memperburuk masalah." Bahkan dengan pasar ganja yang legal sekalipun, kebanyakan petani ganja ilegal tetap bercokol dalam ladang tersembunyi.

Hanya segelintir dari 4.500 sampai 15.000 tempat budidaya ganja swasta di Humboldt County saja, misalnya, beroperasi dengan pengawasan peraturan apa pun, kata Gabriel.

"Bila ada ribuan tempat penanaman ganja tidak resmi, dan hanya segelintir ahli biologi yang mengatur hortikultura ganja untuk beberapa kabupaten, kami sangat khawatir bahwa tidak ada tindakan perlindungan konservasi yang memadai," Gabriel mengatakan dalam pernyataan tersebut.

"Jika tidak ada yang menyelidiki tingkat di mana para petani ganja pribadi menempatkan bahan pestisida sembarangan, lanskap hutan yang terfragmentasi yang dibuat oleh situs ini dapat menjadi sumber paparan paparan burung hantu dan satwa liar lainnya."

Hasil penelitian ini mendukung penyelidikan lebih lanjut mengenai hubungan timbal balik yang rapuh yang menjaga keutuhan habitat alami dan lingkungan hidup ini.

"Akses ke spesimen burung hantu ini memungkinkan kita untuk mengeksplorasi kesehatan keseluruhan sistem hutan daerah," kata Jack Dumbacher, kurator ornitologi dan mammalogi di Akademi Ilmu Pengetahuan California, tempat necropies dilakukan. "Kami menggunakan koleksi kami untuk membangun sebuah kasus ilmiah yang konkret untuk meningkatkan pemantauan hutan dan perlindungan spesies sebelum terlambat untuk campur tangan."

Reporter : Turkhan Akhyar
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?