• News

  • Nasional

Bamsoet Yakin, KPK Bersedia Dilibatkan dalam Penyusunan Rekomendasi Pansus Angket

Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet.
NNC/Dominikus Lewuk
Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet.

JAKARTA, NNC - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akan menyambut itikad baik pihaknya yang berupaya melibatkan mereka dalam penyusunan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Angket. Hal itu disampaikan Bamsoet kepada wartawan di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/1/2018). 

Dijelaskan, meski KPK selama ini tak pernah hadir dalam rapat dengat pendapat Pansus Angket karena tak mengakui keabsahannya. Walau demikian,  dia meyakini KPK menerima itikad baik DPR untuk memperbaiki hubungan yang sempat merenggang.

"Saya yakin pimpinan KPK adalah negarawan yang akan menghargai kerja-kerja DPR," kata Bambang.

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini juga merasa yakin, bahwa KPK berkenan menjalani rekomendasi Pansus Angket sebab itu untuk perbaikan lembaga antirasuah tersebut. Menurutnya, jika KPK semakin baik kinerjanya tentu publik yang akan merasakan keuntungannya.

Lanjut Bamsoet, seluruh fraksi di DPR telah bersepakat untuk tidak merevisi Undang-undang No. 30 Tahun 2002 , sehingga KPK tak perlu khawatir.

"Ya intinya kami atau saya sebagai Pimpinan DPR yang baru akan menjalin kerja sama dan memperbaiki hubungan yang selama ini buruk dengan KPK untuk diperbaiki. Hal itu agar,  ke depan komunikasi politik maupun komunikasi kerja dapat berjalan baik," tegas Bamsoet.

Masih menurut mantan Ketua Komisi III itu juga memastikan, pihaknya akan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menyusun rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Angket.

Karena itu, DPR akan menyerahkan draf rekomendasi Pansus Angket kepada KPK untuk meminta masukan. Menurut dia hal itu penting agar rekomendasi yang dihasilkan bisa dilaksanakan dan memperbaiki kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ya pasti. Sebelum tanggal 12 (Februari) dibacakan di paripurna, itu kita serahkan ke pimpinan KPK agar meberi masukan. Kalau sudah baru kami bacakan di paripurna," ujar politikus senior Partai Golongan Karya (Golkar) itu. 

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli