• News

  • Nasional

Bambang Soesatyo Pimpin Rapim Pertama DPR, Ini yang Dibahas 

Ketua DPR Bambang Soesatyo saat rapat pimpinan (Rapim) DPR.
Humas Pemberitaan DPR
Ketua DPR Bambang Soesatyo saat rapat pimpinan (Rapim) DPR.

JAKARTA, NNC - Ketua DPR Bambang Soesatyo beserta empat pimpinan DPR lainnnya yakni Agus Hermanto (Bidang Pembangunan dan Industri), Fadli Zon (Bidang Politik dan Hukum), Fahri Hamzah (Bidang Kesejahteraan rakyat ) dan Taufik Kurniawan (Bidang Keuangan dan Ekonomi) menggelar rapat pimpinan (Rapim) DPR, Kamis (25/1/2018) kemarin. Rapat berlangsung di ruang rapat pimpinan Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Jakarta. 

Adapun, agenda rapim yakni membicarakan hal-hal krusial di DPR sekaligus membahas surat-surat masuk.

“Ini merupakan rapat pimpinan pertama sejak saya menjabat ketua DPR. Rapim baru bisa dilakukan sekarang karena menunggu pimpinan lain berada di Jakarta,” kata Bambang Soesatyo kepada wartawan.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu, menjelaskan, rapim itu membicarakan perkembangan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang tengah dibahas di DPR. Di antaranya adalah RUU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) yang substansi dan pasal-pasalnya sudah disetujui pemerintah.

“Sebab, pada prinsipnya sudah terjadi kesepakatan antara pemerintah dan DPR, kita harapkan UU MD3 sudah bisa disahkan paling lambat tanggal 14 Februari depan,” tambahnya. 

Menurut politikus partai golkar itu, rapim juga membahas penanggulangan kejadian luar biasa campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua. Pimpinan DPR sepakat akan melakukan penggalangan bantuan dari para anggota DPR untuk disalurkan ke Papua.

“Kami harapkan akan banyak anggota dewan yang ikut menyumbang untuk menyelesaikan permasalahan gizi buruk di Papua. Komisi VIII, IX dan X juga segera mengadakan rapat koordinasi dengan kementerian terkait guna mengatasi permasalahan tersebut,” imbuh Bamsoet.

Selain itu, kata Bamsoet, ada sejumlah hal lain yang juga disepakati rapim, yakni tradisi pertemuan informal sembari makan siang (lunch meeting) setiap Selasa. Sedangkan untuk pertemuan informal dengan semua ketua komisi dan Alat Kelengkapan DPR (AKD) akan digelar rutin sebulan sekali.

“Lunch meeting merupakan pertemuan informal lintas fraksi yang diadakan pimpinan DPR. Tujuan dilakukan pertemuan informal tersebut untuk membahas isu-isu krusial serta menyelesaikan permasalahan di lingkup kedewanan,” urai mantan ketua Komisi III DPR itu. 

Ketua DPR mengatakan, ada alasan yang mendasari memperbanyak pertemuan informal. 

“Pengalaman selama ini, pertemuan-pertemuan informal ini lebih efektif untuk mengatasi permasalahan yang ada,” ujarnya.

Dalam rapat pimpinan itu juga disepakati membuat terobosan untuk meningkatkan tingkat pengisian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para wakil rakyat. Karena itu, Ketua DPR menjelaskan, pimpinan DPR akan bekerja sama dengan bagian pencegahan KPK untuk membantu anggota DPR yang kesulitan melakukan pelaporan LHKPN.

“Kami akan sediakan tempat di DPR bagi pegawai KPK untuk membantu para anggota DPR yang akan melaporkan LKHPN. Kerja sama ini tentu akan mempermudah bagi anggota DPR melakukan pelaporan LHKPN, sehingga kita harapkan tidak ada lagi anggota DPR yang tidak melaporkan kekayaaannya ke KPK,” tegas Bambang Soesatyo

 

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli