• News

  • Lingkungan

Ini Mitos Seram dari Belahan Dunia Saat Gerhana Bulan

Fenomena alam yang sangat jarang terjadi yang disebut sepagai fenomena
Independent
Fenomena alam yang sangat jarang terjadi yang disebut sepagai fenomena "Super Blue Blood Moon" pada 31 Januari 2018.

JAKARTA, NNC - Sebuah fenomena langka akan terjadi sore hingga malam ini, Rabu (31/1/2018). Peristiwa lunar langka dimana gerhana bulan total akan bertepatan dengan fenomena supermoon dan bulan biru. Di Indonesia, "Super Blue Blood Moon" dapat disaksikan di seluruh wilayah dengan mata telanjang.

Namun, dibalik fenomena spektakuler itu, ada mitos atau takhayul yang terkait dengannya. Mitos dan takhyul itu berkembang akibat ketidaktahuan masyarakat terhadap fenomena alam itu. Karena tidak ada yang menentang mitos itu, maka mitos dan takhayul itu pun berkembang menjadi cerita yang sebagian dipercaya oleh masyarakat hingga saat ini.

Berikut mitos dan takhayul yang berkembang saat "super blue blood moon" di berbagai belahan dunia, seperti dilansir dari laman The Indian Express:

1. Mitos dari Suku Inca

Menurut laporan dari National Geographic, salah satu mitos yang diyakini oleh Suku Inca, yakni orang Indian Amerika yang awalnya merupakan sebuah suku kecil di dataran tinggi selatan Peru, meyakini bahwa gerhana bulan total terjadi ketika seekor jaguar menyerang dan memakan bulan.

Setelah serangan itu, bulan akan berubah menjadi merah darah yang menjelaskan warna bulan selama gerhana bulan total. Karena takut jaguar akan jatuh ke Bumi setelah makan bulan, maka untuk mencegah hal itu, Suku Inca akan mengarahkan tombak mereka ke arah gerhana bulan dan memukul anjing peliharaan mereka dengan kuat sehingga anjing meraung, menyalak dan membuat banyak suara.

2. Suku Asli Amerika dari California Utara

Suku asli Amerika dari California Utara percaya bahwa bulan memiliki banyak hewan piaraan dan memiliki isteri sekitar 20 orang. Hewan peliharaan akan menyerang bulan ketika hewan itu tidak mendapatkan makanan yang cukup dan akibatnya bulan akan berdarah, yang menjelaskan bulan berubah menjadi merah selama gerhana bulan total. Ini akan berakhir saat isteri bulan datang dan mengumpulkan darahnya kemudian memulihkan kesehatan bulan menjadi baik.

3. Mitos Komunitas Batammaliba

Mitos yang berkembang di Komunitas Batammaliba, di Togo dan Benin, Afrika, bahkan diyakini hingga saat ini. Orang akan melihat gerhana seperti saat matahari dan bulan akan bertempur dan komunitas ini akan berkumpul kemudian memohon saat gerhana bulan agar "matahari dan bulan" berhenti berkelahir. Orang-orang ini akan berkumpul dengan tujuan mendamaikan "bulan dan matahari.

4. Puasa di India

Di India, banyak yang berpuasa pada 31 Januari atau saat terjadinya "super blue blood moon". Hal ini disebabkan karena banyak orang percaya bahwa makan selama gerhana bulan menyebabkan gangguan pencernaan. Mereka berpikir bahwa makanan dan air yang dikonsumsi selama gerhana menyebabkan gangguan pencernaan karena sinar berbahaya yang dihasilkan selama ini. Dipercaya bahwa Bumi terkena sinar berbahaya dan makana itu terpengaruh karena tidak adanya cahaya matahari sehingga ketika memakannya bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

5. Jangan Terluka Saat Gerhana Bulan

Orang-orang yang terkena benda tajam diyakini akan mengalami perawatan ekstra selama gerhana bulan karena diyakini bahwa pendarahan dari luka memerlukan waktu lebih lama untuk berhenti dan luka itu sendiri luka itu akan meninggalkan bekas yang sulit hilang untuk seumur hidup. Ketakutan untuk menyakiti diri sendiri menyebabkan orang tidak berani keluar atau pun bekerja selama gerhana bulan.

6. Wanita Hamil Tak Boleh Keluar Rumah

Banyak juga yang percaya bahwa wanita hamil seharusnya tidak meninggalkan rumah mereka selama gerhana bulan karena khawatir gerakan bulan bisa membahayakan anak-anak yang belum lahir. Selanjutnya, ibu hamil tidak boleh menyentuh pisau atau benda tajam yang takut akan menyebabkan perkembangan kelainan bentuk pada janin.

7. Tak Boleh Meninggalkan Makanan

Selama gerhana bulan, di India banyak juga yang percaya bahwa orang tidak boleh menyisahkan atau meninggalkan makanan. Masyarakat disarankan untuk membuang sisa makanan atau meletakkan daun tulsi (basil) untuk mengusir kejahatan.

Editor : Lince Eppang