• News

  • Nasional

Politik Uang dan Isu SARA Dinilai Jadi Tantangan Panwaslu Luar Negeri

Bawaslu melantik anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang ditempatkan di luar negeri.
KBRI Den Haag
Bawaslu melantik anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang ditempatkan di luar negeri.

DEN HAAG, NNC - Politik uang dan Isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan atau SARA bakal jadi tantangan berat bagi Panwaslu di Luar Negeri dalam penyelenggaraan pemilu terutama di Pilres 2019 nanti.
 
Hal itu dimana warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri juga ikut memilih di ajang Pemilu itu. Maka untuk itu, Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) telah mempersiapkan alat kerjanya dengan melantik anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang ditempatkan di luar negeri. Bawaslu pun menjelaskan hal yang jadi tantangan Panwaslu di luar negeri.

Dijelaskan Bawaslu, ada enam orang anggota Panwaslu yang nantinya mengawasi jalannya Pemilu di Den Haag, Belanda dan juga Frankfurt, Jerman. Menurut keterangan tertulis KBRI Den Haag yang diterima awak media, Kamis (3/5/2018).

Mereka adalah Putri Handayani, Arie Purwanto dan Isnawati Hidayah untuk Panwaslu Den Haag, serta Sri Nur Indrati Debus, Agnes Nirmalasari Soetanto dan Roselinda Adriana untuk Panwaslu Frankfurt.

Adapun, Pelantikan dan pengambilan sumpah itu dilakukan oleh Ketua Bawaslu Abhan dan disaksikan oleh Dubes RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja pada Rabu (2/5/2018) pagi waktu setempat di Den Haag.

Dalam sambutan, ia berhara tugas tersebut akan dijalankan dengan baik dan sukses. Abhan menjelaskan bahwa pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden nantinya akan bersamaan pada 2019. Sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi Panwaslu di luar negeri.

"Bagi Panwaslu Luar Negeri, tantangan tersebut menjadi warning, karena mau tak mau harus melakukan persiapan intensif demi keberhasilan Pemilu. Panwaslu Luar Negeri harus betul-betul siap menyambut tantangan tersebut," ujar Abhan.

Selain itu, Abhan mengingatkan soal minimnya sumber daya manusia Panwaslu di luar negeri. Panwaslu juga harus bisa menangkal isu SARA hingga politik uang yang bisa merebak saat pemilu berlangsung.

"Perilaku ini dapat merusak integritas Pemilu kita. Ini tantangan bagi Panwaslu agar memperkuat posisi pemilih, sehingga mereka memiliki kemampuan menolak politik uang dan mengikis habis politik SARA," kata dia mengingatkan.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Lince Eppang