• News

  • Nasional

In Memoriam Perginya Tokoh Pemilu Demokratis dan Transparan

Husni Kamil Manik
Husni Kamil Manik

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Bangsa Indonesia kini kehilangan satu putra terbaiknya. Dia adalah Husni Kamil Manik (41), Ketua Komisi Pemilihan Umum yang meninggal, Kamis (7/7/2016) pukul 21.10 di RS Pertamina, Jakarta.

Kepergiannya begitu cepat. Husni Kamil Manik meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta Selatan karena mengalami infeksi yang telah menyebar ke organ tubuh lainnya.

"Selama ini saya dan teman-teman tidak melihat beliau sakit, hanya memang beberapa kali menjalani terapi pijat kesehatan. Ada infeksi yang sudah menyebar di tubuhnya, untuk lebih jelasnya saya belum tahu, karena belum bertemu dengan pihak keluarga," kata Hadar dalam perjalanannya ke RSPP, Kamis malam.

Husni menjalani perawatan di RSP Pertamina pada Kamis pagi dan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter RS pada pukul 21.10 WIB. Husni meninggalkan satu orang istri bernama Endang Mulyani dan tiga orang anak, yakni MA Afifuddin Manik, Abid WA Manik, dan Nuraisyah H Manik.

Almarhum Husni Kamil adalah Ketua KPU termuda sepanjang sejarah Indonesia. Husni lahir di Medan, Sumatera Utara pada 18 Juli 1975 dan pernah menjabat sebagai anggota KPU di Sumatera Barat selama dua periode, yakni 2003 - 2008 dan 2008 - 2013.

Sejak 12 April 2012, Husni Kamil telah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum. Husni disebut sebagai sosok di balik sukses Pemilu 2014.
Baik Pemilu legislatif maupun Pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden RI (Pilpres). Betapa tidak, dalam perhelatan Pilpres 2014 pertarungan dua kandidat pasangan, yakni Joko Widodo/Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto/Hatta Rajasa begitu ketat dan emosional sejak pra kampanye.

Eskalasi politik semakin meningkat ketika quick count menayangkan selisih hasil pemilu suara dua kandidat tersebut sangat kecil. Hal ini tentu saja membuat suasana tegang antar dua pendukung begitu tinggi, tapi bisa dikuasai oleh Husni Kamil ini.

Tak heran jika Husni Kamil mendapat tepuk tangan membahana di ruang Bali room, Hotel Indonesia Kempinsky pada 19 Maret 2019 saat tokoh ini disebut sebagai penerima anugerah Best Individual Achievers, sub kategori ‘Leader of Government Institution’ dan ‘Best of The Best Individual Achievers Awards’ dalam bidang politik.

Di malam penganugerahan ‘Obsession Award 2015’ yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri serta tokoh-tokoh nasional lainya, Husni disebut sebagai sosok di balik sukses Pemilu 2014. Baik Pemilu legislatif maupun Pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden RI (Pilpres).

Betapa tidak, dalam perhelatan Pilpres 2014 pertarungan dua kandidat pasangan yakni Joko Widodo/Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto/Hatta Rajasa begitu ketat dan emosional sejak pra kampanye. Eskalasi politik semakin meningkat ketika quick count menayangkan selisih hasil pemilu suara dua kandidat tersebut sangat kecil.

Hal ini tentu saja membuat suasana tegang antar dua pendukung begitu tinggi. Politik nasional memanas. Tapi bagi Husni Kamil, tak ada pilihan; keputusan mengumum hasil verifikasi data itu diumumkan.

Pemilu 2014 lalu disebut sebagai yang paling demokratis dan transparan. Demokratis karena semua peserta diberikan perlakuan yang sama dan disebut transparan, sebab semua data diverifikasi dan dibuka seluas-luasnya terutama dapat diakses secara online.

Husni lahir di Medan, Sumatera Utara pada 18 Juli 1975 dan pernah menjabat sebagai Anggota KPU di Sumatera Barat selama dua periode yakni 2003 - 2008 dan 2008 - 2013.
 
Husni menempuh pendidikan dari SD hingga MTsN di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Setelah lulus dari MAN I Medan, ia masuk ke Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat pada tahun tahun 1994. Ia juga aktif di Nahdhatul Ulama dan menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Nahdhatul Ulama Sumatera Barat periode 2010-2015.

Sejak mahasiswa pada 1999, Husni Kamil Manik sudah aktif dalam dunia kepemiluan. Saat itu, dia menjadi pemantau pelaksanaan Pemilu 1999 dari Forum Rektor Seluruh Indonesia yang diikutsertakan Komisi Pemilihan Umum ( KPU) dalam pemantauan Pemilu.

Husni percaya Pemilu saat itu adalah masa transisi Indonesia setelah tumbangnya Orde baru. Menurut dia, ketika itu merupakan era kebangkitan masyarakat sipil menuju sistem demokrasi lebih baik.

Dari pengalamannya sebagai pemantau Pemilu, tugas-tugas kepemiluan lekat dengan dirinya. Apalagi sejak lulus kuliah, dia makin mendekatkan diri dengan lembaga penyelenggara Pemilu.

Karena itu, tidaklah berlebihan kalau disebut bahwa Husni Kamil Manik adalah tokoh pejuang pemilu yang demokratis dan transparan. Selamat jalan sang pejuang dan pekerja demokrasi sejati.
Semoga perjuanganmu, dan bakti, serta amal ibadahmu diterima oleh Sang Khalik dan diberi tempat yang layak dalam surga nan abadi.

Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Dari berbagai sumber