• News

  • Lingkungan

Luhut: Butuh Tujuh Tahun Untuk Bersihkan Sungai Citarum

Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan
Migasnesia
Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan

JAKARTA, NNC - Pemerintah terus menggenjot untuk membesihkan Sngai Citarum. Namun untu itu, perlu waktu minimal hingga tujuh tahun. Demikian diungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Perbaikan pun harus melibatkan banyak pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, lembaga, hingga universitas. Saat ini proses sudah berjalan dan mengalami kemajuan yang signifikan.

"Ini ada beberapa progress dari Citarum ini. Paling jelas adalah kerja sama Dikti dengan Menko Maritim dan kementerian lain. Ini kami bagi 22 sektor. Dari 22 sektor itu, maka kita membagi tiga sektor untuk universitas. Hulu, Tengah dan Hilir. Ada 6 universitas," kata Menko Luhut, di kantornya, Jumat (11/5).

Salah satu upaya perbaikan Sungai Citarum adalah dengan mengembangkan kultur jaringan pohon untuk lima tahun ke depan serta penerapan teknologi pembersihan air.

"Kami harus pakai kultur jaringan yang disiapkan oleh Dikti, ada tempat pembibitan kopi. Kedua, masalah pembersihan air. Di hulu, di Cisanti, itu sudah dicoba menggunakan teknologi pembersihan air," ujarnya.

Sebelumnya, di beberapa titik sungai air sudah layak minum dengan teknologi dari universitas IPB dan ITB. "Tapi ini belum selesai masalah. Kalau hujan, jatuh lagi sampahnya."

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI (Menristekdikti), Muhammad Nasir mengatakan telah melibatkan banyak perguruan tinggi di Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam proses pembersihan Sungai Citarum.

"Kami bagi atas dasar panjangnya sungai yang dilewati untuk Sungai Citarum ini. Kami bagi, hulu, tengah dan hilir. Ini masalahnya beda - beda. Hulu di konservasi alam, soal penggundulan hutan. Akibatnya limbah di sungai jadi tumpukan, abrasi terjadi. IPB dan Unpad ngerjain ini," ujarnya.

Sementara itu, di bagian tengah sungai yang ditugaskan adalah UPI dan ITB dengan masalah yang dihadapai adalah masalah lingkungan dimana banyak industri pabrik yang membuang limbahnya ke Sungai Citarum.

"Lalu di hilir yang kami tugaskan UI dan UNJ."

Permasalahan besar yang terjadi di 22 sektor adalah sampah. Saat ini, sudah ada insenerator untuk pembakaran sampah.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Firman Qusnulyakin