• News

  • Nasional

Tak Ada Aturan Calon Wakapolri Harus Urut Kacang

Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan.
Berita
Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan.

JAKARTA, NNC - Setelah ditinggal Komjen (Purn) Syafruddin nama pengganti wakapolri masih digodok Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Terkait hal itu Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menilai, penentuan posisi wakapolri tak mesti 'urut kacang'.

"Tidak ada aturan calon wakapolri harus urut kacang atau harus senior lainnya (terlebih dahulu)," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Lebih lanjut Edi mengatakan penunjukan wakapolri merupakan hak prerogatif Kapolri setelah mendapat masukan dari Dewan Jabatan Perwira Tinggi (Wanjakti) Polri dan mengonsultasikannya dengan Presiden.

"Ini sepenuhnya urusan internal Polri. Kita tunggu saja hasil Wanjakti. Siapa pun yang ditunjuk, pasti itu yang terbaik mendampingi Kapolri," tegasnya.

Edi menambahkan syarat menjadi wakapolri harus berprestasi dan memiliki leadership. Selain itu, calon wakapolri juga harus memiliki integritas, loyal terhadap tugas, dan mampu bekerja sama dengan Kapolri.

Penunjukan wakapolri, lanjutnya, juga berbeda dengan pengajuan calon kapolri. Sesuai Pasal 11 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, calon kapolri adalah perwira tinggi (pati) Polri aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karir.

Lanjut Edi lagi, tak masalah bila Tito menunjuk Kapolda Metro Jaya Irjen Idam Aziz sebagai wakapolri. Idam dianggap menjabat sebagai Kapolda Metro dengan tipe A plus.

"Polda Metro Jaya berbeda dengan polda tipe A (bintang dua) lainnya yang sejenis. Idam juga memiliki prestasi bagus dalam mengamankan Ibu Kota dan selama ini kita amati bekerja total melayani masyarakat Jakarta," tuturnya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani