• News

  • Nasional

Kapolri Bakal Wujudkan Rumah DP Nol Persen untuk Anggota Polisi

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Kicknewstoday
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

JAKARTA, NNC - Untuk meningkatkan kesejahteraan dan menghilangkan budaya koruptif, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyatakan bakal menggandeng beberapa pihak untuk membuat proyek pembangunan perumahan dengan uang muka (DP) nol persen untuk para anggota polisi. Hal ini juga bisa meningkatkan kinerja anggota polisi

Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengatakan inisiatif ini diambil karena mustahil terwujud jika hanya mengandalkan APBN untuk pembangunan perumahan para anggota. Oleh sebab itu, dia membuat skema yang memudahkan polisi mendapatkan tempat tinggal. 

“Kita masih kurang 300 ribu perumahan untuk anggota yang jumlahnya 400 ribu. Kalau mengandalkan APBN sulit, maka saya sudah membuat skema DP 0 persen,” ujarnya baru-baru ini.

Tito juga mengatakan Polri menjalin kerja sama dengan bank-bank BUMN dan perusahaan pengembang perumahan di Indonesia buat mewujudkan rencananya itu. Para Kapolda dan Kapolres ditugaskan menggandeng para pengembang buat membangun perumahan bagi polisi di daerah masing-masing.

Anggota polisi yang menghendaki penawaran itu maka pembangunan rumahnya akan dibiayai Bank Mandiri, BTN dan, BRI. Mereka bisa mencicil rumah tersebut dengan sistem pemotongan gaji setiap bulan.

“Saya sudah genjot ini, berbagai wilayah sudah melakukan kegiatan kerja sama, saya sudah tanda tangan kerjasama dengan bank,” ujarnya.

Selain itu, Lulusan Akabri 1987 tersebut juga mengungkap bahwa peningkatan kesejahteraan anggotanya juga terlihat dengan naiknya tunjangan. Dari 2014 yang hanya 33 persen, meningkat pada 2016 mencapai 53 persen.

“Tahun ini mulai Juli, Polri dan TNI mendapat tunjangan kerja 70 persen. Artinya take home pay, uang yang dibawa pulang untuk makan, anak, sekolah, biaya rumah tangga, meningkat,” tegasnya.

Kapolri juga mendorong anggotanya untuk menjadi anggota BPJS agar pengobatannya ditanggung. Polri sendiri sudah memiliki 30 rumah sakit khusus di Indonesia yang bisa melayani anggota.

“Itulah cara untuk menekan korupsi dibanding penegakkan hukum, dipukulin terus menerus, ditangkepin, yang lain tetap main,” ujarnya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Nazaruli