• News

  • Lingkungan

Kenali Dampak Madden-Julian Oscilation terhadap Cuaca di Indonesia

Madden-Julian Oscilation.
Sains
Madden-Julian Oscilation.

JAKARTA, NNC - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia telah menyebabkan curah hujan tinggi di kawasan Indonesia.

MJO atau Madden-Julian Oscilation merupakan gelombang atmosfer di wilayah tropis yang tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia, akibat interaksi atmosfer dan lautan secara global dengan periode 30 hingga 90 hari, dan bergerak merambat ke arah timur.

MJO memiliki fase basah (konvektif) dan fase kering. Kedua fase tersebut menghasilkan perubahan yang bertolak belakang terhadap kondisi curah huian di wilayah yang terdampak. Demikian dikutip NNC dari lembar fakta BMKG, Jumat (8/3/2019).

Ketika fase bosch MJO memasuki wilayah Indonesia, MJO akan memberikan pengaruh dalam meningkatkan suplay uap air yang berkontribusi pada pembentukan awan-awan di wilayah Indonesia bagian barat hingga Tengah.

Apabila fase basah MJO memasuki wilayah Indonesia bersamaan dengan periode musim penghujan, maka akan berdampak terhadap peningkatan intensitas curah hujan di wilayah Indonesia yang dilewatinya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, adanya aktivitas MJO merupakan fenomena masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang meningkatkan potensi curah hujan bagi daerah-daerah yang dilalui. Fenomena ini dapat bertahan hingga satu minggu.

"Selain itu, adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia Barat Sumatera yang membentuk  daerah pertemuan angin cukup konsisten di wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Jawa menyebabkan curah hujan meningkat," kata Sutopo.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani