• News

  • Lingkungan

Nirmala Ratimanjari Sari: Kembalikan Hutan Sebagai Paru-paru Dunia!

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
Minnpost
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Maraknya pembakaran hutan dan lahan serta penebangan liar yang dilakukan secara masif, mengundang keprihatinan dari aktivis kehutanan, Nirmala Ratimanjari Sari.

Menurutnya, pembakaran dan pembalakan hutan secara liar dapat merusak ekosistem di dalamnya dan juga berdampak bagi kelangsungan hidup manusia.

Pasalnya, dijelaskan Nirmala, sebagian besar hutan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia setiap hari. Sehingga tak bisa dibayangkan, tanpa adanya oksigen makhluk hidup di bumi ini akan terancam mati dan punah.

"Bayangkan, jika di bumi ini tidak ada oksigen akibat penebangan hutan serta pembakaran hutan secara masif, makhluk hidup di bumi ini terancam mati dan punah," kata Nirmala kepada wartawan, Jumat (31/5/2019).

Terkait kebakaran hutan, Nirmala mengungkapkan, setiap tahunnya, di beberapa daerah di Indonesia terdapat sejumlah titik-titik api. Titik api ini semakin lama akan merambah dan meluas karena sebagian besar hutan di Indonesia merupakan hutan gambut. 

Disebut Nirmala, hutan gambut sendiri sangat rentan dan mudah terbakar. Apalagi dengan bantuan hembusan angin, titik-titik api tersebut dengan sangat mudahnya menjalar dan meluluhlantakkan semua yang ada dihadapan api tersebut.

Sementara soal dampak pembalakan hutan secara liar, dapat mengakibatkan hilangnya kesuburan tanah, turunnya sumber daya air, punahnya keanekaragaman hayati, 

serta berpotensi menimbulkan bencana seperti tanah longsor, banjir, erosi hingga pemanasan global (global warming).

Karenanya, untuk mencegah terjadinya hal-hal di atas, Nirmala meminta kepada semua pihak agar bersama-sama mengembalikan fungsi hutan sebagai paru-paru dunia. 

"Saya kira, hutan sebagai paru-paru dunia harus segera dikembalikan ya. 

Mengingat, hutan itu penting bagi seluruh makhluk hidup, dan kita manusia juga bergantung dengan hutan," ujarnya.

Menurut Nirmala, salah satu cara mengembalikan hutan sebagai paru-paru dunia, yakni dengan melakukan reboisasi secara besar-besaran.

"Reboisasi hutan secara besar-besaran perlu dilakukan untuk mengembalikan hutan seperti sedia kala, dan membantu ekosistem yang ada di dalamnya agar tidak masuk ke jurang kepunahan," tegasnya.

Untuk itu, ia mendorong kesadaran semua pihak agar kembali giat menanam satu batang pohon untuk satu orang. Mengingat, kritisnya kondisi hutan saat ini, khususnya di Indonesia.

"Upaya pemerintah dalam menangani kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia kita rasa sudah dilakukan. Namun itu saja tidak cukup," tutur Nirmala. 

"Kesadaran masyarakat akan dampak dari penebangan hutan dan pembakaran hutan tersebut juga perlu. Untuk itu, mari kita bersama-sama, bahu membahu untuk mereboisasi hutan yang kita cintai ini," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?