• News

  • Lingkungan

Begini Cara Mengatasi Serangan Ubur-ubur dari Pakar

Pakar merekomendasikan pantai agar tutup sementara untuk hindari serangan ubur-ubur.
Yogyanews
Pakar merekomendasikan pantai agar tutup sementara untuk hindari serangan ubur-ubur.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Toksikologi Dr dr Tri Maharani Msi SpEM menilai, serangan ubur-ubur saat libur Lebaran sangat banyak. Melihat keadaan itu, Dr Maha, sapaan akrabnya, merekomendasikan wisata pantai ditutup sementara.

Rekomendasi ini disampaikan Dr Maha, salah satunya kenyusul data Satlinmas Wilayah II Baron Gunung Kidul. Tercatat, sejak Senin (3/6/2019) - Minggu (9/6/2019) ada sebanyak 428 orang terdampak sengatan ubur-ubur. Data tersebut berdasarkan laporan yang Netralnews terima sebagai update per Minggu (9/6/2019) pukul 17.30 WIB.

Ratusan korban terdampak diketahui saat bermain di wisata pantai. Pantai tersebut diantaranya Pantai Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Watukodok, Nguyahan, Indrayanti, Sadranan, Ngandong, dan Pok Tunggal.

"Ini penting bagi pemegang otoritas pantai yang berhak menutup pantai. Ini perlu dilakukan sekiranya dirasakan serangan ubur-ubur sangat banyak dan ada larangan ke pantai agar tidak timbul korban," kata Dr Maha saat dihubungi Netralnews, Senin (10/6/2019).

Menurutnya, kasus sengatan ubur-ubur saat ini wilayahnya luas, dilihat dari kasus Sukabumi sampai dengan Pacitan. Maka peringatan bisa dilakukan, apabila dirasa terjadi jatuhnya korban massal dengan cara pantai bisa ditutup sementara demi keselamatan pengunjung.

Pantai juga bisa ditutup dengan pertimbangan, bila dirasa jumlah petugas dan tim media tidak sebanding dengan jumlah orang terdampak serangan ubur-ubur. Peringatan lantas dapat diberlalukan dengan memobilisasi polisi pantai, Search and Rescue (SAR), Badan Penanggulangam Bencana Nasional (BNPB) l, dan mengumumkan darurat ubur-ubur sementara.

"Itu menurut saya. Harus dilakukan warning. Ini akan menolong agar tidak bertambah banyak jatuh korban, apalagi kalau tenaga SAR dan medis tidak mencukupi," ujar Advisor kasus gigitan ular di World Health Organization (WHO) ini.

Rekomendasi disampaikan Dr Maha, karena ada berbagai dampak yang bisa terjadi akibat disengat ubur-ubur. Beberapa diantaramya sesak sampai gagal nafas, gagal ginjal akut, gagal jantung dan yang paling fatal adalah kematian.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani