• News

  • Lingkungan

Waspada! Sejumlah Perairan Indonesia Berpotensi Alami Gelombang Tinggi

Ilustrasi gelombang tinggi.
Istimewa
Ilustrasi gelombang tinggi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) merilis peringatan dini gelombang tinggi yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia dalam waktu empat hari kedepan (12-15 Juni 2019). Potensi ketinggian gelombang berkisar 1,25 meter hingga 6 meter.

Peningkatan gelombang tinggi terjadi menyusul adanya pola angin di wilayah utara ekuator yang umumnya berembus dari timur - selatan dengan kecepatan 4 - 15 knot. Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya angin berembus dari timur - tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot. 

Kecepatan angin tertinggi terpantau berada di Perairan P. Enggano hingga selatan Jawa, P. Sawu - P. Rote, Laut Timor, Laut Banda, Perairan Kep.Sermata - Kep. Tanimbar, Perairan Selatan Kep. Kei - Kep. Aru, Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso - Merauke.

Dari hasil pantauan BMKG, terdapat peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa perairan seperti Perairan Timur P. Simeulue, Perairan Timur Kep. Mentawai, Selat Sape bagian selatan – Selat Sumba, Laut Sawu – Selat Ombai, Perairan Selatan Flores, Perairan Kupang – Rote, Laut Timor selatan NTT, Selat Karimata, Laut Jawa, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Timur Kep. Selayar, Laut Flores, Teluk Bone bagian selatan, Perairan Bau Bau – Wakatobi, Perairan Manui – Kendari, Perairan selatan P. Buru – Seram, Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei – Kep. Aru, Laut Banda, Perairan Amamapare, serta Perairan Barat Yos Sudarso.

Beberapa perairan Indonesia lainnya berpotensi mengalami gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter, seperti Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat P. Simeulue hingga Pulau Siberut, Samudera Hindia barat Aceh hingga Nias, Perairan Selatan Sumbawa – P. Sumba – P. Sawu, Samudera Hindia selatan Sumbawa hingga Sumba, dan Laut Arafuru.

Sementara itu, potensi gelombang yang tertinggi yaitu 4 hingga 6 meter diprakirakan dapat terjadi di beberapa wilayah perairan seperti Perairan Barat Mentawai hingga Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia barat Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan P. Jawa hingga Lombok, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan Jawa hingga Lombok

Menurut keterangan Bagian Hubungan Masyarakat dan Biro Hukum dan Organisasi BMKG, Rabu (12/6/2019), BMKG selalu mengimbau pada masyarakat terutama nelayan untuk memperhatikan keselamatan pelayaran. 

Moda transportasi yang berisiko di antaranya adalah perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?