• News

  • Lingkungan

Indonesia Usulkan ‘Blue Carbon‘ Dalam Skenario Pengurangan Emisi

 Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim di Bonn, Jerman.
IASS Potsdam
Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim di Bonn, Jerman.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Indonesia usulkan peran 'blue carbon' untuk kurangi emisi karbon dalam Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (United Nations Climate Change Conference) di Bonn, Jerman.

Salah satu ketua Delri (Delegasi Republik Indonesia) Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir menegaskan bahwa Pemerintah RI ingin berkontribusi aktif untuk mengurangi emisi karbon sesuai kesepakatan dalam Pertemuan Paris tahun 2015 silam. 

"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia kita ingin menyatakan keberpihakan dan perhatian besar pemerintah RI untuk mengurangi emisi karbon antara 29-41 persen pada tahun 2030," ujarnya usai pembukaan UNCCC di Bonn, Jerman, Selasa (18/6/2019).

Menurut Kartini, pada tahun 2020 Indonesia akan memasukkan 'blue carbon' dalam pengurangan emisi karena dalam pertemuan paris di tahun 2015 peran 'blue carbon' kemaritiman belum termasuk didalamnya. Sebagai informasi, Indonesia merupakan salah satu negara yang menandatangani perjanjian Paris pada Hari Bumi di New York pada 22 April 2016.

Blue carbon atau karbon biru merupakan karbon yang ditangkap dan disimpan di samudra dan ekosistem pesisir. Karbon ini termasuk karbon pantai yang tersimpan di lahan basah pasang surut, seperti hutan yang dipengaruhi pasang surut, bakau, rawa pasang surut dan padang lamun. 

"Sebagai negara kepulauan terbesar, kita kurang memahami peran mangrove, seagrass meadow (padang lamun) dimana pasokan setidaknya 16-20 persen pasokan mangrove dan seagrass meadow dunia ada di Indonesia," tambah Kartini. Dengan prosentase tersebut, lanjutnya, karbon biru Indonesia punya arti besar dalam pengurangan perubahan iklim.

"Kita berharap dengan kontribusi 'blue carbon',  kenaikan suhu bumi hingga 1.5 derajat celcius pada 2050 dapat ditekan sedemikian rupa," tegas Kartini.

Secara detil, menurut Kartini, pemerintah Indonesia membawa tim lengkap lintas Kementerian/Lembaga yang akan menjadi negosiator dalam isu mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim, serta isu peningkatan kapasitas dan trust fund (dana perwalian) untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Delri yang terdiri dari pejabat Kemenko Bidang Kemaritiman, Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Keuangan, Kementerian PPA dan Badan Meteorologi dan Geofisika akan mengikuti forum UNCCC dari tanggal 17-22 Juni 2019.

"Tapi tidak hanya blue carbon, Indonesia juga mengusulkan green carbon untuk mengurangi efek perubahan iklim, dan ini unik karena biasanya negara lain hanya punya salah satu saja," jelas Kartini. Selain akan diusulkan dalam forum iklim PBB di Jerman, pemerintah RI akan terus berbicara mengenai komitmen dan kontribusinya dalam pengurangan emisi karbon di berbagai forum dunia. 

"Kita ingin didengar dalam forum dunia dan puncaknya di COP (Conference of Parties) Santiago de Chile Desember tahun ini," bebernya. Dan dia menegaskan pemerintah RI tidak ingin hadir hanya sebagai pengamat. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?