• News

  • Nasional

Mengerikan, Perahu Nelayan Karam Beruntun di Mukmuko

lustrasi gelombang tinggi
foto: antara
lustrasi gelombang tinggi

MUKOMUKO, NETRALNEWS.COM - Sebanyak dua perahu motor yang membawa delapan nelayan asal Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, dilaporkan karam beruntun akibat diterjang ombak besar yang melanda perairan laut daerah ini.

"Dua perahu motor ini karam beruntun pada Kamis (20/6/2019) di lepas pantai Desa Pasar Ipuh, Kecamatan Ipuh," kata Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko Nassyardi dalam keterangan di Mukomuko, Jumat (21/6/2019).

Ia menjelaskan, berdasarkan kronologis kejadiannya perahu motor yang karam milik Mulyadi membawa tiga anak buah kapal yakni Yo, Juy, dan M Jais.

Kemudian satu unit perahu motor yang mencoba membantu perahu karam tersebut ikut karam. Perahu motor milik Edi Suardi ini membawa anak buah kapal yakni Toni dan Hendri.

Setelah kejadian tersebut sejumlah nelayan yang mengalami cedera akibat kejadian itu diobati ke Puskesmas terdekat dan kini semua nelayan tersebut telah sembuh.

Sedangkan dua perahu motor yang karam akibat diterjang ombak besar di perairan laut di daerah ini mengalami kerusakan sehingga tidak bisa digunakan untuk melaut.

Ia mengatakan, perahu motor tersebut karam karena pengaruh musim angin selatan melanda perairan laut daerah ini.

“Angin selatan ini arahnya tidak teratur. Pada musim angin selatan ini bisa terjadi gelombang tinggi, sehingga nelayan takut untuk melaut,” ujarnya seperti dinukil Antara.

Ia mengatakan, sebelumnya satu perahu milik Keri, nelayan Pantai Indah Mukomuko, Kecamatan Kota Mukomuko Rabu (12/6/2019) karam akibat diterjang ombak besar yang melanda perairan laut di wilayah ini.

Akibat kejadian kecelakaan di perairan laut di wilayah ini, satu unit perahu milik nelayan tradisional setempat pecah pada bagian sampinnya lalu bagian kemudi perahu atau jongkong ini patah.

Ia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan imbauan kepada nelayan setempat untuk mewaspadai gelombang tinggi yang melanda perairan laut saat musim angin selatan di daerah ini.

Editor : Taat Ujianto