• News

  • Nasional

Polri Telusuri Kemungkinan Pabrik Mancis Terbakar Pekerjakan Anak-anak

Warga berkumpul di lokasi kebakaran pabrik mancis di Binjai.
kabar medan
Warga berkumpul di lokasi kebakaran pabrik mancis di Binjai.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pihak kepolisian masih menelusuri kemungkinan pabrik perakitan mancis di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Binjai, Langkat, yang terbakar pada Jumat (21/6) mempekerjakan anak-anak.

"Tidak tertutup kemungkinan nanti dari keterangan para saksi hingga kalau bukti cukup akan mengarah ke sana," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Dedi, seperti dikutip dari Antara, menuturkan, penyidik akan berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan daerah setempat dan berkomunikasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Sumatera Utara.

Sudah ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Indra Marwan, warga Jakarta Barat selaku pemilik usaha, Burhan (36) warga Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang selaku Manager Operasional dan Risma (43) warga Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang selaku Manager Personalia.

Ketiganya dijerat dengan Pasal 359 Jo 188 KUHP pidana dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun.

Sedangkan, total 30 korban meninggal dalam insiden tersebut, sebanyak 25 di antaranya merupakan orang dewasa dan lima masih anak-anak.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri menginstruksikan tim pengawas ketenagakerjaan dari pusat dan daerah untuk mengusut peristiwa kebakaran pabrik korek api yang menewaskan 30 pekerja, di Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

"Pengawas ketenagakerjaan di daerah sudah di lapangan. Tim dari pusat segera menyusul. Insiden harus diusut serius," kata Hanif melalui siaran pers Kemnaker, Jumat lalu

Hanif mengatakan, pada tahap awal, tim pengawas beserta kepolisian fokus pada penanganan korban. Selanjutnya, tim akan melakukan pemeriksaan terkait aspek ketenagakerjaannya.   

Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?