• News

  • Nasional

PBNU: Tak Ada Lagi Ruang Perdebatkan Pilpres

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Indonedia (PBNU) Robikin Emhas
Nu Online
Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Indonedia (PBNU) Robikin Emhas

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Indonedia (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, dalam negara hukum demokratis, legitimasi dan legalitas pemilu diukur dua hal. Pertama, dukungan rakyat berdasarkan perolehan suara terbanyak pemilu. Kedua, daulat hukum yang dicerminkan oleh dipenuhinya ketentuan dan hukum yang berlaku.

Dua hal tersebut tercermin dalam asas pemilu yang selama ini populer dengan akronim luber dan jurdil (langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta jujur dan adil) atau populer juga dengan istilah demokratis dan fairness.

Kata Robikin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setelah melakukan penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara paslon pilpres telah menetapkan Ir H Joko Widodo dan Prof Dr KH Ma'ruf Amin sebagai peraih suara tertinggi melalui proses pemilu yang demokratis. Begitu juga, pemenuhan dari aspek daulat hukum bahwa pilpres berlangsung fairness telah diuji di MK.

"Oleh karena itu, tidak lagi terdapat ruang untuk memperdebatkan pilpres beserta hasilnya setelah MK menjatuhkan putusan sengketa pilpres," kata Robikin, seperti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/6/2019).

Robikin ajak masyarakat terima hasil pilpres dengan tingkat partisipasi pemilih tertinggi dalam pemilu demokratis yang dicapai bangsa dan negara ini dengan legowo.

Bagi yang ditetapkan sebagai paslon terpilih, diharap Robikin tetap rendah hati dan yang tidak terpilih berkenan lapang dada. Demikian juga dengan para pendukung dan simpatisan masing-masing.

Kata Robikin, sebagai orang beriman kita meyakini bahwa takdir Tuhan telah tercatat di loh mahfudz jauh waktu sebelum pilpres, yakni ketika setiap manusia masih berada di perut ibu kandungnya masing-masing.

"Mari kita dukung presiden dan wakil presiden terpilih melalui peran dan fungsi kita masing-masing. Dengan itu diharapkan upaya mewujudkan tujuan negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 secara bertahap dan berkelanjutan bisa dicapai dengan baik," ajak dia.

Robikin juga imbau masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat menodai martabat dan kehormatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di mata dunia. Terlebih sirkulasi kekuasaan melalui pilpres berlangsung 5 tahun sekali.

Robikin harap masyarakat akhiri juga segala polemik dan perbedaan pendapat tentang pilpres. Dia mengajak masyarakat kembali bersatu padu dan utuh sebagai bangsa yang berbudaya demi kejayaan Indonesia Raya.

"Akhirnya, selamat untuk Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf. Selamat menahkodai NKRI. Semoga masyarakat mutamaddin (adil, makmur, damai dan sejahtera) dapat terwujud atas berkat dan rahmat Tuhan YME, Allah SWT," kata dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani