• News

  • Nasional

Soal Habib Rizieq, Politisi PSI: Pulang Saja Sendiri, Masak Kalah Sama Ahok

Juru bicara PSI Guntur Romli.
PSI
Juru bicara PSI Guntur Romli.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli mengomentari kabar adanya halangan Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia karena diwajibkan membayar denda atas izin tinggal yang berlebih atau overstay di Arab Saudi.

Menurut Guntur, Habib Rizieq harus bayar sendiri denda overstay-nya dan kembali ke Indonesia untuk menghadapi kasus hukum yang menjeratnya.

Guntur pun membandingkan Imam Besar FPI itu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Ahok yang mengikuti seluruh proses hukum kasus penistaan agama hingga tuntas.

"Keenakan banget ini orang kalau dipulangkan, terus kita disuruh bayar dendanya gitu, padahal dari Tanah Suci kerjaannya cuma provokasi, pulang aja sendiri & hadapi kasus-kasus hukumnya di Pengadilan, masa kalah sama Ahok," tulis Guntur di akun Twitter-nya, @GunRomli, dikutip netralnews.com, Kamis (11/7/2019).

Sebelumnya diberitakan, Habib Rizieq Shihab memiliki halangan pulang ke Indonesia karena diwajibkan membayar denda atas izin tinggal yang berlebih atau overstay, lantaran izin tinggalnya sudah lama berakhir.

Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. "Iya (ada halangan). Bayar denda overstay. Saudi menyebutnya gharamah," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (10/7/2019).

Menurut Agus, denda overstay per orang sekitar Rp110 juta. Sementara Habib Rizieq di Arab Saudi tinggal bersama empat orang lainnya. "Satu orang Rp110 juta. Kalau lima orang, tinggal kalikan saja," paparnya.

Agus menjelaskan, membayar denda memang sebuah aturan dari pemerintah Arab Saudi. Namun, ada juga yang bisa pulang gratis dengan mengikuti program amnesti masal dari Kerajaan Arab Saudi.

"Tapi itu belum tahu kapan program amnesti ini dibuka oleh Kerajaan Arab Saudi," imbuhnya.
Selain masalah denda overstay, lanjut Agus, Maftuh, hal lain yang membuat seseorang di Saudi tidak bisa kembali ke negaranya, yakni

jika ada persoalan hukum. "Itu pun dengan catatan tidak ada masalah hukum, baik perdata maupun pidana, di Saudi," ungkapnya.
Ketika ditanya apakah Habib Rizieq ada masalah hukum di Arab Saudi, Agus mengatakan "Yang bisa jawab yang bersangkutan, KBRI hanya akan memberikan pendampingan jika ada masalah hukum."


Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?