• News

  • Nasional

Soal Rizieq, Andi Arief: Perlu Keluasan Hati Menerima dan Perlakukan dengan Adil

Soal Rizieq, Andi Arief: Perlu keluasan hati menerima dan perlakukan dengan adil.
Inside
Soal Rizieq, Andi Arief: Perlu keluasan hati menerima dan perlakukan dengan adil.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief ikut mengomentari polemik kepulangan Habib Rizieq Shihab sebagai syarat rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019 antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.
Awalnya, Andi menyebut bahwa pihak yang kalah harus berbesar hati menerima kenyataan bahwa Jokowi adalah pemenang Pilpres 2019.

"01 dinyatakan menang oleh MK, perlu kebesaran hati untuk menerimanya sebagai kenyataan," tulis Andi di akun Twitter-nya, @AndiArief_, Jumat (12/7/2019).

Andi kemudian menyinggung soal  kepulangan Habib Rizieq jadi syarat rekonsiliasi. Ia menyebut, perlu keluasan hati untuk menerima dan memperlakukan Imam Besar FPI itu dengan adil.

"HRS sebagai warga negara ingin kembali ke tanah air, juga perlu keluasan hati untuk menerima dan memperlakukannya dengan adil. Ini soal mudah, soal hati bersih," cuit Andi.

Sebelumnya, Mantan Koordinator Juru Bicara BPN  Prabowo- Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan supaya jaminan kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia menjadi bagian dari rekonsiliasi setelah Pilpres 2019.

"Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada HABIB RIZIQ kembali ke Indonesia, stop upaya kriminalisasi, semuanya saling memaafkan," tulis Dahnil di akun Twitter-nya, @Dahnilanzar, Kamis (4/7/2019).

Menanggapi usulan itu, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa Habib Rizieq ke Arab Saudi atas kemauan sendiri dan tidak ada yang mengusir.

"Siapa yang pergi, siapa yang pulangin, kan pergi, pergi sendiri kok dipulangin, gimana sih? Emangnya kita yang ngusir, kan nggak," kata Moeldoko saat ditemui di Istana Bogor, Selasa (9/7/2019).

Karenanya, ia menyarankan supaya Imam Besar FPI itu pulang sendiri ke Tanah Air. Bahkan Moeldoko juga menawarkan diri akan membelikan tiket pesawat jika Habib Rizieq tak mampu membelinya.

"Pergi, pergi sendiri, kok kita ribut mau mulangin, kan gitu. Ya pulang sendiri saja, nggak beli tiket, baru gua beliin," ujar mantan Panglima TNI itu.

Pernyataan Moeldoko ditanggapi oleh Dahnil. Menurut mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu, apa yang disampaikan Moeldoko terkesan meremehkan, disaat semua pihak tengah berupaya melakukan guyup nasional pasca-Pilpres 2019.

"Saya sayangkan pejabat publik seperti Pak Moeldoko masih menggunakan narasi meremehkan ketika menanggapi permintaan saya terkait Habib Rizieq, saya tahu persis padahal kita semua termasuk Pak @prabowo Pak @jokowi Pak @Pak_JK sedang berusaha melakukan 'healing' dan mengembalikan keguyuban nasional," tulis Dahnil di akun Twitter-nya, Kamis (11/7/2019).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?