• News

  • Nasional

Lima Tahun ke Depan, Garbi Bentukan Anis Matta dan Fahri Hamzah Bakal Gerus Suara PKS

Fahri Hamzah dan Anis Matta, pendiri Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI).
law-justice.co
Fahri Hamzah dan Anis Matta, pendiri Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Arbi Sanit menilai, jika organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) bertransformasi menjadi partai politik (parpol), maka akan menjadi 'ancaman' bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di pemilu mendatang.

Menurutnya, Garbi akan menggerus suara PKS, karena ormas tersebut dibentuk oleh eks Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta dan loyalisnya, seperti mantan elit PKS Fahri Hamzah.

"Ini akan menambah perpecahan itu di tubuh PKS. Karena partai baru akan menarik pendukung dari partai lama. Pendukung mereka (Anis Matta cs) sudah pasti ikut," kata Arbi kepada netralnews.com, Kamis (18/7/2019).

"Jadi kalau ada orang dalam partai yang kemudian keluar membuat partai baru, maka itu akan menggerogoti partai lamanya. Mereka akan membawa gerbong mereka ke luar. Suara PKS dalam lima tahun ke depan bisa tergerus," tandasnya.

Sebelumnya, Fahri Hamzah menyatakan Garbi akan menjadi partai politik. Namun ia belum menjelaskan kapan tepatnya formalisasi Garbi menjadi parpol.

"Ya memang setelah lebih dari setahun ke seluruh Indonesia, kami mendapatkan aspirasi yang kuat dari teman-teman, ada gerakan pemikiran yang telah dimulai oleh Garbi di seluruh Indonesia itu bisa kita teruskan menjadi sebuah gerakan politik berbentuk sebuah partai politik yang memecah kebekuan yang sekarang muncul di tengah-tengah masyarakat kita," ujar Fahri kepada wartawan, Kamis (11/7/2019).

"Dan akhirnya disepakatilah dalam pembicaraan-pembicaraan belum kita formalkan, sehingga tinggal menunggu waktu kapan kita melakukan fomalisasi pembentukan partai politik," ujarnya.

Sementara itu, Anis Matta menyebut, saat ini Garbi masih dalam tahap mensoialisasikan ide dan gagasan ke masyarakat.

"Sekarang idenya dulu yang kita sebarkan. Nanti kita lihat respon publik di sini. Berdasarkan respons itu nanti baru kita ber-metamorfosis jadi gerakan politik," ujar Anis, Minggu (14/7/2019).

Anis menegaskan dirinya keluar dari PKS jika Garbi menjadi partai politik. Saat ini Anis diketahui masih duduk di posisi Majelis Syuro PKS.

"Sekarang saya masih terdaftar di anggota Mejelis Syuro. Tapi saya kira, kalau nanti (Garbi) menjadi parpol, otomatis saya keluar (dari PKS)," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P