• News

  • Nasional

PA 212 Mau Tegakkan Khilafah, Politisi PSI: Tak Sulit untuk Jerat Mereka

Juru Bicara PSI Dedek Prayudi.
PSI
Juru Bicara PSI Dedek Prayudi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi mengomentari 
pernyataan Pelaksana Tugas Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Asep Syarifudin yang berharap ideologi khilafah berdiri tegak di Indonesia pada 2024.

Menurut Dedek, mereka yang mendukung PA 212 ini pada umumnya adalah orang-orang yang alergi dengan kata 'toleransi' dan 'Pancasila.'

"Mereka yang alergi sekali dengan kata 'toleransi' dan 'Pancasila' umumnya adalah mereka yang mendukung PA 212, yang sudah mengakui di depan publik bahwa mereka ingin tegakkan ideologi khilafah di Indonesia," tulis Dedek di akun Twitter-nya, @Uki23, Sabtu (20/7/2019).

Dedek menambahkan, dengan pernyataan secara terbuka itu, maka tak sulit untuk menjerat kelompok PA 212. "Sebetulnya tak sulit untuk menjerat mereka. Tinggal soal political will," cuit, @Uki23.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Ketua PA 212, Asep Syarifudin berharap khilafah bisa berdiri tegak di Indonesia pada tahun 2024.
"Harapan saya 2024 khilafah tegak di Indonesia. Khilafah itu adalah syariat Islam. Kalau menolak khilafah itu artinya menolak syariat Islam, itu penodaan agama," kata Asep di Gedung Joeang 45, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

Asep menyebut, sistem khilafah adalah solusi. Sebab, sistem demokrasi di Indonesia kekinian hanya bisa melindungi masyarakat, tapi tak aman bagi kedaulatan agama.

"Demokrasi, sistem itu kalau dalam melindungi masyarakat iya, tapi untuk konteks mengamankan kedaulatan agama, belum tentu," ujarnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani