• News

  • Lingkungan

Semua Patut Waspada, Gelombang Tinggi Melanda Perairan di Indonesia

Ilustrasi gelombang tinggi
foto: istimewa
Ilustrasi gelombang tinggi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis imbauan pada masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 6 meter yang berpeluang menyambangi sejumlah perairan Indonesia dalam beberapa hari ke depan, yakni 23 – 26 Juli 2019.

Demikian menurut keterangan yang Netralnews terima dari Bagian Hubungan Masyarakat dan Biro Hukum dan Organisasi BMKG, Selasa (23/7/2019).

Peningkatan gelombang tinggi terjadi menyusul adanya pola tekanan rendah 1007 hPa di Samudera Pasifik timur Filipina dan sirkulasi di Perairan utara Papua Barat.

Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari tenggara - barat daya dengan kecepatan 4-20 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur-tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Bengkulu - Enggano,  Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Bitung - Manado, Laut Banda, Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Dari hasil pantauan BMKG, sejumlah wilayah perairan di indonesia seperti Selat Malaka, Perairan Timur Kep. Simeulue hingga Kep. Mentawai, Selat Ombai, Perairan Kep. Anambas – Natuna, Laut Natuna, Laut Natuna Utara, Selat Karimata dan Selat Gelasa, Laut Jawa, Perairan Utara Jawa Tengah hingga Kep. Kangean, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian tengah hingga selatan, Perairan Kep. Selayar – Sabalana, Laut Bali dan Laut Sumbawa, Selat Lombok bagian utara, Teluk Bone bagian selatan dan Teluk Tolo, Perairan Manui – Kendari, Perairan Kep. Baubau - Kep. Wakatobi, Perairan Selatan Kep. Banggai – Sula, Laut Flores dan Laut Seram, Perairan Selatan P. Seram - P. Buru, Laut Banda, Perairan Kep. Letti hingga Tanimbar, Perairan Kep. Kei hingga Aru, Perairan Yos Sudarso, Laut Arafuru, Perairan Fakfak – Kaimana, Perairan Amamapere – Agats, Perairan Bitung – Manado, Perairan Kep. Sangihe – Talaud, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku dan Laut Halmahera, Perairan Kep. Halmahera, Perairan Raja Ampat – Sorong, serta Samudera Pasifik utara Papua Barat berpeluang terjadi gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter.

Sementara itu, beberapa wilayah perairan lain di Indonesia juga berpotensi mengalami gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter. Wilayah perairan tersebut antara lain Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kep. Mentawai, Selat Sumba bagian barat, Perairan Selatan P. Sumba - P. Sawu – P. Rotte, Laut Sawu, Perairan Sangihe - Kep Talaud, dan juga Samudera Pasifik utara Halmahera.

BMKG juga memprakirakan sejumlah perairan lain seperti Perairan Bengkulu – P. Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Bengkulu – P. Enggano, Perairan Barat Lampung, serta Selat Sunda bagian selatan berpotensi mengalami gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran antara 4 hingga 6 meter.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau kepada masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir terutama nelayan yang menggunakan moda tranportasi laut.

Misalnya perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m) agar selalu waspada.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Taat Ujianto