• News

  • Nasional

Polisi: Aliran Dana JAD-MIT Berasal dari Lima Negara

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo
dok.fakta
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polisi berhasil membongkar aliran dana kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berasal dari luar negeri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan dana tersebut dikirim oleh beberapa orang yang berada di lima negara kepada teroris Saefulah dan anggota Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Sumatera Barat (Sumbar) Novendri alias Abu Zahran alias Abu Jundi.

"Saefulah menerima beberapa kiriman dana seperti dari negara Trinidad Tobago sebanyak 6 kali, Maldives 2 kali, Venezuela 1 kali, Jerman 2 kali, dan Malaysia 1 kali," Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Lebih lanjut Dedi mengatakan dana yang diterima Saefullah diteruskan Novendri untuk dialirkan ke kelompok JAD dan MIT.

"Dana tersebut digunakan JAD Bekasi membeli bahan peledak untuk bom yang rencananya diledakkan di Gedung KPU, Jakarta Pusat, pada 22 Mei 2019," ujar Dedi.

Dana tersebut dikirim sejak Maret 2016 hingga September 2017 melalui Western Union dengan total dana sebesar Rp 413.169.857.

Dedi menyebutkan pengirim dana dari Trinidad Tobago bernama Yahya Abdal Karim, Fawaaz Ali, Keberina Deonarine, Ricky Mohammed, Ian Marvin Bailey, dan Furkan Cinar. Sementara pengirim dari Maldives bernama Ahmed Afrah dan Muslih Ali.

Dari Venezuela bernama Pedro Manuel Moralez Mendoza, dari Jerman Mehboob Suliman, dan Simouh Ilyaas dan Malaysia bernama Jonius Ondie Jahali.

Saat ini Novendri sudah ditangkap di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (18/7/2019) pukul 21.59 WIB, sedangkan  Saefulah masih berstatus buron Densus 88 Antiteror.

Reporter : Sesmawati
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya