• News

  • Nasional

Listrik Mati Berjam-jam, Bisakah PLN Diminta Ganti Rugi?

Ilustrasi listrik padam
dok.Istimewa
Ilustrasi listrik padam

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -- Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan bahwa pihaknya akan mengeluarkan aturan baru terkait kompensasi atau ganti rugi atas pemadaman listrik.

Menurut Rida, dalam aturan yang merupakan revisi dari Permen ESDM No 27 Tahun 2017 tersebut, akan menghilangkan ketentuan lapor ke PLN untuk meminta kompensasi.

"Kita yakini bisa mendorong PLN berkinerja baik, termasuk di dalamnya pengaturan kompensasi kepada saudara kita terdampak kita maksimumkan. Minggu ini diharapkan Permen itu sudah bisa di tandatangani Pak Menteri," katanya di Kementerian ESDM Jakarta, Senin (5/8/2019).

Rida menambahkan, dalam aturan baru syarat pelanggan menelepon call center akan dihapuskan. Menurutnya, setiap ada wilayah yang terdampak dan sekian jam memenuhi untuk mendapatkan kompensasi, tanpa dia harus atau tidak menelpon call center PLN.

"Misal contoh gini kalau kemarin itu kompensasi diatur contoh kecil aja kompensasi adalah hak pelanggan kalau pemadaman sekian jam dalam satu bulan misalkan. Tapi itu dengan syarat, jika pelanggan menelpon melalui call center. Itu kan nggak adil, kita coret," katanya.

"Pokoknya setiap ada wilayah yang terdampak dan sekian jam memenuhi untuk mendapat kompensasi ya bayar, tanpa dia harus atau tidak menelpon call center," tambahnya.

Sementara, lanjut Rida, Permen ESDM 27 pengurangan tagihan diberikan jika realisasi tingkat mutu pelayanan tenaga listrik melebihi 10% di atas besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik yang ditetapkan sejumlah indikator seperti lama gangguan, jumlah gangguan, dan lain-lain.

"Kemudian, pengurangan tagihan 35% dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik (tarif adjusment), atau 20% dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen yang tidak dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik," katanya.

Rida pun memberikan contoh, jika listrik padam selama 3 jam kumulatif sebulan tidak dibayar kompensasi. Aturan ini juga akan dicoret. Sehingga, setelah 3 jam tetap akan dibayar.

"Misal TMP 3 jam mungkin ya, kalau matinya 3 jam secara kumulatif sebulan tidak dibayar kompensasi apa-apa. Sekarang malah 10%, kalau belum melampaui 10% dari 3 jam berarti 3,3 jam misalkan 3,31 jam baru diberi kompensasi. Sekarang itu 10% diilangin, setelah 3 jam bayar," tandasnya.

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya