• News

  • Lingkungan

Usai Gempa 4,9SR di Bali, BMKG Sebut Perairan Papua Hangat, Pertanda Apakah?

Ilustrasi bentuk penampakan awan di langit
foto: poxabay
Ilustrasi bentuk penampakan awan di langit

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gempa bumi dengan magnitudo 4,9 mengguncang Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Senin pagi (12/8/2019).

Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 05.08 WIB.

Gempa berlokasi di 8,87 lintang selatan-114,47 bujur timur dengan kedalaman 82 kilometer.

Pusat gempa bumi berada di laut 59 kilometer barat daya Jembrana.

Getaran gempa dirasakan sampai Kuta dengan skala III Modified Mercalli Intensity (MMI), II-III MMI di Banyuwangi (jawa Timur) , II-III MMI di Jembrana, II MMI di Jimbaran, II MMI di Nusa Dua, dan II MMI di Denpasar.

Berdasarkan laporan sementara, guncangan gempa tersebut tidak menimbulkan kerusakan di daerah Bali dan sekitarnya.

Sementara gempa di Bali terjadi pagi hari, pada siang harinya, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura, Provinsi Papua, melaporkan bahwa suhu muka laut perairan Papua bagian utara terpantau hangat.

Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili di Jayapura, Senin, menyebutkan kondisi meteorologis suhu muka laut (SST), perairan Papua bagian utara terpantau hangat berkisar antara 29 derajat celcius sampai 30 derajat celcius.

"Pola angin 3000 feet, terdapat sirkulasi Eddy yang menyebabkan terbentuknya daerah belokan angin di sekitar wilayah perairan Papua bagian utara," ujarnya.

Menurut dia, angin di wilayah Papua bagian utara umumnya bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan 05 sampai 25 kilo meter per jam. "Kelembaban relatif di wilayah Papua pada lapisan 850 mb dan 700 mb berkisar antara 700 persen hingga 90 persen," ujarnya.

Petrus menjelaskan kondisi-kondisi tersebut di atas, mendukung pertumbuhan awan-awan hujan yang menyebabkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan dapat disertai angin kencang di wilayah Papua bagian utara yakni wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi.

Dari hasil penginderaan jarak jauh dengan menggunakan satelit cuaca dan radar cuaca pada 12 Agustus 2019 pukul 08.30 WIT teramati wilayah Papua bagian utara didominasi awan-awan hujan.

Awan hujan yang terbentuk dominan adalah awan-awan stratus dengan kategori awan menengah hingga awan tinggi. Umumnya hujan dari awan jenis ini adalah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Dinukil Antara, prospek cuaca pada 12 sampai 14 Agustus 2019, kondisi cuaca Papua bagian utara umumnya berawan hingga hujan ringan dan sedang. Potensi hujan lokal pada pagi, siang dan malam hari.

Ia menambahkan informasi terkait prakiraan kondisi meteorologis suhu muka laut (SST), perairan Papua bagian utara ini dikeluarkan oleh Sub bidang pelayanan jasa Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura.

Editor : Taat Ujianto