• News

  • Nasional

Tiap Generasi Punya Tugas dan Kewajiban Sejarah

Wakil Ketua DPD Nono Sampono dialog Kenegaraan dengan tema 'Langkah Demokrasi Republik Indonesia Setelah Usia ke-74'.
NNC/Adiel Manafe
Wakil Ketua DPD Nono Sampono dialog Kenegaraan dengan tema 'Langkah Demokrasi Republik Indonesia Setelah Usia ke-74'.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jelang peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Wakil Ketua DPD Nono Sampono memaparkan soal peran setiap generasi dalam sejarah dan politik perkembangan demokrasi di Indonesia.

"Dalam pandangan saya dunia ini kan berevolusi, artinya negara itu berproses dengan segala isinya, sistem ketatanegaraan kita juga berproses," ujar Nono dalam dialog Kenegaraan dengan tema 'Langkah Demokrasi Republik Indonesia Setelah Usia ke-74?" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

"Kita tahu sejarah sejak 1945, seperti apa kemudian sampai tahun 55 dan seterusnya seperti apa, dan kemudian kita melewati sebuah proses yang sekarang masih berjalan yaitu Reformasi 98," sambungnya.

Menurut Nono, tiap generasi memiliki tugas dan kewajiban sejarah masing-masing. Generasi terdahulu, telah melakukan yang terbaik bagi bangsa Indonesia dengan memperjuangkan kemerdekaan. Kemudian generasi sekarang memiliki tugas dan kewajiban untuk mengisi kemerdekaan dengan berbuat lebih baik di segala sektor, sebelum menyerahkan tanggung jawab itu ke generasi berikutnya.

"Pada masa-masa ini kita melihat perkembangan dalam kehidupan bangsa dan bernegara sangat dinamis tetapi yang pasti adalah terjadi perubahan, setiap generasi terdahulu telah melakukan apa yang terbaik pada masanya," ungkap mantan Komandan Jenderal Korps Marinir ini.

"Menurut saya, setiap generasi punya tugas dan kewajiban sejarah, apa itu? Yaitu menerima dari seniornya yang terdahulu dan kemudian berbuat lebih baik, kemudian menyerahkan dalam keadaan lebih baik kepada generasi berikutnya, itu tugas sejarah. Kalau tidak, buat apa kita hidup dan buat apa kita diberikan tanggung jawab sejarah itu?" jelasnya.

Perubahan tugas dan kewajiban sejarah masing-masing generasi ini, lanjut Nono, juga berhimpitan dengan proses demokrasi. "Jadi menurut saya, proses demokrasi kita juga berhimpitan dengan perubahan-perubahan itu, seperti apa misalnya kita melihat Orde Lama, dalam sudut pandang demokrasi, seperti apa kita melihat Orde Baru dalam sudut pandang demokrasi dan sekarang yang sedang berproses itu juga sama," paparnya.

Dari paparan soal tugas dan kewajiban sejarah termasuk dalam perkembangan demokrasi di Indonesia itu, Nono mengungkapkan bahwa tanggung jawab generasi sekarang adalah mengoptimalkan apa yang sudah dibuat oleh para pendiri bangsa ini.

"Komitmen-komitmen yang sudah dibuat oleh para founding fathers terdahulu, saya kira tugas kita adalah bagaimana bukan sekedar memeliharanya tetapi mengoptimalkan dan kita membawa negeri kita ini bangsa kita yang kita cintai dalam sebuah ruang waktu, kita beradaptasi dengan ruang waktu itu dan kita sampai dan kita survive, kita berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain di dunia," jelas Nono.

"Oleh karena itu, kita tidak hanya melihat ke dalam tetapi juga melihat keluar perkembangan dunia, perkembangan regional, global, ini juga memberikan pengaruh-pengaruh baik secara politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan bahkan terkadang menyentuh masalah ideologi," pungkas mantan Kepala Badan SAR Nasional itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P