• News

  • Nasional

Perang Melawan Narkoba Gagal Total, GRANAT Sarankan Fokus Upaya Pencegahan

 Henry Yosodiningrat dalam diskusi tentang narkoba di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).
FB Lukito Dwi Yuono
Henry Yosodiningrat dalam diskusi tentang narkoba di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Narkoba dan obat-obatan terlarang yang beredar di masyarakat mengindikasikan bahwa barang haram tersebut tak terbendung masuk ke Indonesia. Pendiri Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Henry Yosodinigrat mengatakan, upaya pencegahan narkoba masuk gagal.

"Saya katakan apa adanya, ternyata kita gagal dalam upaya mencegah masuknya narkoba ke wilayah NKRI," kata Henry, dalam diskusi tentang narkoba di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, keberlangsungan bangsa ini jadi terancam akibat peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Upaya memerangi narkoba tidak bisa lepas dari empat persoalan utama.

Yang pertama, yakni upaya mencegah masuknya narkoba dari luar ke wilayah NKRI.

"Kenapa saya katakan dari luar, karena semua narkoba itu asalnya dari luar kecuali ganja, itu dari Aceh," kata anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI-P ini.

Karena upaya mencegah masuknya narkoba ke wilayah NKRI gagal, lanjut Henry, maka isu kedua, yaitu memberantas peredaran gelap narkoba.

"Dan mohon maaf sekali lagi saya sampaikan, kita juga gagal dalam memberantas peredaran gelap. Indikasinya apa? Narkoba sudah sampai ke tangan pemakai," katanya.

Karena sudah sampai ke tangan pemakai atau mudah diperoleh oleh anak-anak bangsa, lanjut Henry, maka bicara isu ketiga yaitu mencegah terjadinya penyalahgunaan di semua kalangan.

"Sekali lagi saya minta maaf kita gagal lagi di sini, dari pada kita katakan sukses kita melakukan pembohongan publik," ujarnya.

Ia mengatakan indikasi kegagalan dalam mencegah penyalahgunaan terjadinya banyak korban. Itu gagal lagi karena dengan banyaknya korban tentunya harus direhab.

"Dan kita gagal lagi dengan upaya rehab, kenapa? Ada indikasi bahwa 80% dari mereka yang sudah menjalani rehab, ada indikasi mereka itu rilex, tingkat candunya tinggi sekali," kata Henry, seperti dilansir Antara.

Ia cenderung mengarahkan agar semua fokus pada upaya mencegah penyalahgunaan narkoba. Jika upaya mencegah berhasil secara sadar orang akan menolak konsumsi narkoba meski diberi cuma-cuma.

"Karena dia sudah memahami, sudah mendapat pembekalan terkait upaya untuk pencegahan," pungkasnya.

Henry menjadi salah satu narasumber dalam forum diskusi terarah yang digelar oleh Divisi Humas Polri dalam rangka Refleksi 74 tahun Indonesia merdeka dalam memberantas narkoba.

Editor : Irawan.H.P