• News

  • Nasional

Soal UAS, Yunarto: Kasihilah Siapapun Termasuk yang Hina Iman Kita

Direktur Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya
dok.chartapolitika
Direktur Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengomentari polemik video Ustaz Abdul Somad (UAS) yang ceramah soal salib dan patung.

"Kalau ngerasa iman dan agama anda terganggu hanya karena kotbah jin ada di dalam salib, berarti anda sama sensiannya sama om rizieq dan om tengkuzul dalam beragama.. mau?" tulis Yunarto di akun Twitter-nya, dikutip Netralnews.com, Senin (19/8/2019).

Pada cuitan lainnya, Yunarto membagikan ayat Alkitab 1 Korintus 13: 13 tentang iman, pengharapan dan kasih.

"Iman, Pengharapan dan Kasih, dan yang terbesar diantaranya adalah Kasih.' Jadi kasihilah siapapun, termasuk yang telah menghina iman kita...," kata Yunarto.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video ceramah Ustaz Abdul Somad yang menyinggung soal salib dan patung.

Setelah video itu menjadi perbincangan hangat, sejumlah media memberitakan jika kelompok massa Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan UAS lantaran video ceramahnya tentang salib dan patung yang dinilai menistakan Agama Kristen.

Menanggapi hal tersebut, UAS dalam sebuah video yang diunggah oleh chanel YouTube FSRMM TV, Minggu (18/8/2019), memberikan penjelasan soal pernyataannya terkait salib dan patung. Ia menyampaikan tiga poin klarifikasi.

"Pertama, itu saya menjawab pertanyaan-pertanyaan bukan saya membuat-buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami dengan baik," ujarnya.

"Yang kedua, itu pengajian di dalam mesjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepakbola, bukan di tv, tapi untuk intern umat Islam menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan Nabi Isa Alaihissalam, untuk orang Islam dalam Quran dan sunah Nabi Sallallahualaihiwasalam," ucap dia.

Terakhir, UAS mengaku heran lantaran video pengajiannya yang menjawab pertanyaan jemaah soal Salib menjadi viral, padahal pengajiannya itu dilakukan sekitar tiga tahun lalu.

"Yang ketiga pengajian itu lebih tiga tahun yang lalu, sudah lama di kajian Subuh Sabtu di Masjid Annur Pekanbaru, karena saya rutin pengajian di sana, satu jam pengajian diteruskan dengan tanya jawab, tanya jawab, tanya jawab, kenapa diviralkan sekarang? Kenapa dituntut sekarang? Saya serahkan kepada Allah Subhanahuwataala," jelasnya.

Dalam video FSRMM TV, UAS juga menyatakan tidak akan lari dari polemik ini karena ia merasa tidak bersalah. UAS pun menyebut bahwa apa yang ia sampaikan itu tidak bermaksud untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya