• News

  • Nasional

DPP GAMKI: Simbol Kehormatan Komunitas Intelektual Papua Direndahkan

Aksi di depan asrama mahasiswa Papua, di Surabaya, beberapa waktu yang lalu
dok.voa
Aksi di depan asrama mahasiswa Papua, di Surabaya, beberapa waktu yang lalu

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menilai, peristiwa pengusiran mahasiswa asal Tanah Papua, di depan asrama mahasiswa di Surabaya, merupakan peristiwa yang sangat disayangkan. Sebab, status mahasiswa sebagai simbol kehormatan komunitas intelektual dari Tanah Papua telah direndahkan.

Kata Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik, para mahasiswa datang ke Surabaya, dengan restu dan dukungan masyarakat di daerah asal, bahkan Gereja dan Jemaat serta masyarakat adat, ikut berperan dalam suksesi studi mahasiswa asal Tanah Papua, baik dalam dukungan finansial, maupun dukungan dalam bentuk adat.

Diingatkan dia bahwa sebagian besar komunitas pendatang di Tanah Papua, yang bekerja di sektor pemerintahan maupun swasta, berasal dari Pulau Jawa. Jangan sampai tindakan main hakim sendiri, yang ditunjukkan oleh segelintir komunitas di Kota Surabaya dan Kota Malang justru memicu gesekan sosial yang lebih besar di kota-kota di Tanah Papua.

"Jangan sampai tindakan main hakim sendiri, memicu gesekan sosial yang lebih besar di kota-kota di Tanah Papua yang mengarah pada aksi sentimen terhadap suku/etnis/golongan tertentu," jelas dia pada Netralnews, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, selama ini di Tanah Papua, para pendatang dari luar Papua seperti dari Pulau Jawa dapat bekerja dan hidup harmonis dengan masyarakat asli Papua. Bahkan banyak warga pendatang yang tingkat ekonominya lebih baik dari orang asli Papua, dan masyarakat asli Papua tidak mempersoalkannya.

Maka dari itu, GAMKI mengimbau kepada komunitas mahasiswa asal Tanah Papua yang mengalami persekusi di asrama Surabaya, untuk tetap tenang, sampai delegasi pemerintah daerah, tokoh parlemen, tokoh gereja, tokoh adat dari Tanah Papua, dapat ikut hadir memediasi masalah yang sedang terjadi.

"Kami meminta kepada seluruh komponen yang terlibat dalam aksi pengusiran Mahasiswa asal Tanah Papua, untuk tidak melakukan aksi kekerasan fisik, karena hal ini akan sangat berdampak terhadap nasib saudara-saudara asal Pulau Jawa yang juga saat ini hidup rukun dan tenteram di Tanah Papua," harap dia.

Menurut GAMKI, apabila ada kesalahan dari mahasiswa asal Papua yang sedang berkuliah di Pulau Jawa, tidak sepantasnya mereka diperlakukan seperti ini. Baginya, mereka adalah warga negara Indonesia dan generasi muda yang menjadi harapan masa depan bangsa, terkhusus masa depan Papua.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya