• News

  • Peristiwa

Istri Petinggi Partai Masuk DPO, Begini Jawaban Polda Jabar

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko
dok.86
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko

BANDUNG, NETRALNEWS.COM - Polda Jawa Barat belum mendapat informasi terkait wanita berinisial RM, yang juga merupakan istri petinggi salah satu parpol masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang diterbitkan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara.

RM sendiri masuk DPO diduga terlibat perkara tindak pidana penipuan terkait joint operasional pertambangan di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Dia juga dikabarkan sudah dinyatakan lengkap BAP-nya (P21) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, pada 15 Juli lalu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andika, mengatakan belum mendapat info mengenai wanita yang disebut-sebut sebagai salah satu istri petinggi partai politik di Jawa Barat itu.

"Belum ada informasi di saya," kata Kombes Trunoyudo saat dihubungi, beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan transaktual.com, istri dari petinggi parpol di Jabar ini terlibat karena tergiur dengan tawaran pengurusan ijin penambangan. Ia pun tertarik untuk menyelesaikan segala bentuk perijinan pertambangan.

Tetapi kenyataannya gagal dan diduga bermasalah sehingga dilaporkan dan berurusan dengan penegak hukum, besar dugaan ada keterkaitan dengan masalah izin tambang di Kendari.

"Sepertinya kasus sudah ditangani Polda, dan status DPO, juga sudah ada Pengusaha yang melaporkan” ujar sumber yang dikutip netralnews.com dari transaktual.com.

Diberitakan penasultra.com, sesuai dengan Surat Kejati Sultra Nomor B-1530/P.3.4/Eoh/1/07/2019 tanggal 15 Juli 2019 tentang pemberitahuan susulan hasil penyidikan perkara pidana atas nama Komisaris PT Duta Tambang Gunung Perkasa (DTGP) inisial RM yang dinilai melanggar pasal 378 KUHP.

Bersamaan dengan itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sultra menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka RM. Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart mengungkapkan, sebelumnya penyidik telah berupaya melakukan penjemputan terhadap tersangka di kediamannya di Apartemen Taman Rusunawa Kelurahan Menteng, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis 11 Juli 2019 lalu.

Namun, upaya penjemputan yang dilakukan dengan surat perintah tugas dan surat perintah membawa dan menghadapkan RM guna penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap 2) ke Kejati Sultra tersebut, gagal.

Sebelumnya juga berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/193/IV/2018 SPKT Polda Sultra tanggal 6 April 2018, Direktur PT Duta Nikel Indonesia (DNI), Theo Lay Yong alias Michael melaporkan Komisaris PT DTGP, RM atas dugaan tindak pidana penipuan terkait joint operasional pertambangan. RM diduga istri dari politisi Gerindra berinisial TH.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya