• News

  • Peristiwa

Soal Penanganan Kasus UAS, Ini Penjelasan Polri

Ustadz Abdul Somad (UAS).
Youtube
Ustadz Abdul Somad (UAS).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polri mengaku belum bisa berbicara banyak terkait penanganan kasus laporan terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS).

Sebelumnya UAS dilaporkan ke Bareskrim Polri atas video ceramah patung salib yang viral beredar di media sosial.

Terkait hal itu Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengaku saat ini pihaknya masih menunggu Bareskrim untuk memberi penjelasan.

"Saya belum bisa ngomong, saya nunggu Bareskrim dulu nanti penjelasannya gimana baru saya ngomong," kata Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (22/8/2019).

Lebih lanjut Dedi mengatakan pelaporan terhadap UAS ditangani oleh Bareskrim Polri. Menurutnya, penyidik Bareskrim masih melakukan analisis terhadap sejumlah laporan yang masuk terkait UAS.

"Kan penyelidikannya belum, masih dilakukan terhadap penelaahan laporan itu. Total pelaporan yang saya tahu ada dua, saya belum monitor lagi," ucap Dedi.

Untuk diketahui, UAS dilaporkan banyak pihak terkait ucapannya soal salib yang kemudian videonya viral di media sosial. Setidaknya UAS sudah dilaporkan empat kali, tiga di Jakarta dan satu laporan di Surabaya.

Di Jakarta, UAS dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Pertama UAS dilaporkan oleh perkumpulan masyarakat batak, Horas Bangso Batak (HBB). Pelapornya bernama Netty Farida Silalalhi. Laporan itu tertuang pada nomor laporan polisi LP/5087/VIII/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 19 Agustus 2019. Pelapor dalam hal ini Netty sendiri dan terlapor Ustaz Abdul Somad. Pasal yang dilaporkan yakni Pasal 156 KUHP terkait ujaran kebencian. 

UAS juga dilaporkan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). UAS dilaporkan ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Laporan itu diterima Bareskrim dengan nomor LP/B/0725/VIII/2019/BARESKRIM tertanggal 19 Agustus 2019. Dalam laporan tersebut, tertera nama UAS sebagai terlapor. Selain GMKI, UAS juga dilaporkan Presidium Rakyat Menggugat (PRM). Laporan itu diterima Bareskrim dengan nomor LP/B/0727/VIII/2019/BARESKRIM. Kemudian ada juga pelaporan dilakukan di Polda Jatim.

Reporter : Sesmawati
Editor : Nazaruli