• News

  • Peristiwa

Tetap Gunakan Nama Bamus Betawi, Kubu Lulung Bakal Polisikan Kubu Oding

Badan Musyawarah (Bamus) Betawi pimpinan Abraham Lunggana atau Haji Lulung.
Netralnews/Wahyu Praditya
Badan Musyawarah (Bamus) Betawi pimpinan Abraham Lunggana atau Haji Lulung.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi pimpinan Abraham Lunggana atau Haji Lulung memberikan pernyataan sikap terkait pengukuhan pengurus Bamus Betawi tandingan, pimpinan Haji Zainuddin atau Haji Oding.

Dalam pernyataan sikap yang dihadiri pimpinan 94 ormas pendukung tersebut, menyatakan pengukuhan pengurus Bamus Betawi pimpinan H Oding tidak sah. Pasalnya Bamus Betawi yang sah merupakan hasil Musyawarah Besar (Mubes) yang dipimpin H Lulung.

" Bamus Betawi yang sah secara hukum adalah yang saya pimpin, diakui oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Karena, organisasi ini sesuai hasil musyawarah besar (Mubes) Bamus Betawi," kata Ketua Umum Bamus Betawi, Lulung, Kamis (22/8/2019).

Oleh karena itu, ditegaskan Lulung, sesuai aturan, maka kelompok tandingan pimpinan H Oding tidak bisa menggunakan embel-embel Bamus Betawi.

"Kelompok tandingan tidak boleh menggunakan atribut dan embel-embel Bamus Betawi. Sebab sesuai pleno, Saudara Oding sudah berakhir kepengurusannya. Kalau tetap mereka ngotot melakukan pelantikan, maka kami akan melakukan penegakan hukum," tegas Lulung.

Seperti diketahui, Bamus Betawi tandingan pimpinan Oding Cs akan dikukuhkan pada Minggu (25/8/2019) di Padepokan TMII.

Menurut Lulung, kepengurusan Bamus Betawi di bawah pimpinannya merupakan keputusan musyawarah tertinggi yang dikuatkan oleh Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Meski demikian, dirinya mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Betawi tetap bersatu sebagai organisasi keadatan. Serta berupaya mengajak H Oding Cs untuk guyup dan bersatu.

"Saya tetap mengajak bersatu. Ini kan ditentukan dari musyawarah tertinggi. Dan Bamus Betawi bukan lembaga politik, ini lembaga untuk berhimpun masyarakat Betawi. Kalau ada mubes lagi, berarti dia yang membelah persatuan," ujar Lulung.

Menurutnya, jika ada pihak yang tidak terima dengan keputusan musyawarah tertinggi bisa bertarung lagi dalam pemilihan Ketua Bamus Betawi lima tahun ke depan. Terlebih, katanya, Majelis Adat Bamus Betawi telah dikukuhkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Pertanyaannya, apa sih yang mereka cari? Jangan sampai kita terbelah. Malu dong, ini tanah sendiri, kampung sendiri, masa harus terbelah, masa nggak malu (dengan pendatang). Saya mengajak, ayo guyub," ungkapnya.

Dia menduga, adanya Bamus Betawi tandingan disebabkan oleh oknum yang memiliki kepentingan terhadap masyarakat Betawi. Bahkan, dia mendapat laporan ada orang-orang pada Bamus Betawi kubu lainnya yang tidak punya rekam jejak di organisasi Bamus Betawi yang selalu memprovokasi sehingga menyebabkan perpecahan.

“Dia ga mau berkomunikasi, setiap kegiatan kita mengundang mereka. Baik lebaran Betawi, ulang tahun, Bamus, tapi mereka nggak mau,” tegasnya.

Sementara itu dalam pernyataan sikap yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Bamus Betawi Haji Abraham Lulung Lunggana, hadir juga para pengurus antara lain Munir Arsyad, Rachmat HS, Eki Pitung, Taufik, serta Majelis Adat Haji Nuri Taher.

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Widita Fembrian