• News

  • Lingkungan

Sirkulasi Eddy, Potensi Gelombang Tinggi Masih Berlaku di Wilayah Perairan Ini

Ilustrasi gelombang tinggi
Radarbali
Ilustrasi gelombang tinggi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 4 meter yang berpeluang menjumpai beberapa perairan Indonesia dalam beberapa hari ke depan, yakni 27 - 28 Agustus 2019.

Terdapat Pusat tekanan rendah 1002 hPa di Samudera Pasifiktimur Filipina, serta terdapat sirkulasi eddy di Barat Kep. Mentawai dan Selat Makassar bagian Tengah. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan 4 - 25 knot sedangkan di wilayah selatan dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 4 - 25 Knot. 

Demikian disampaikan Bagian Hubungan Masyarakat dan Biro Hukum dan Organisasi BMKG, seperti dalam keterangan tertulis yang Netralnews terima, Selasa (27/8/2019).

Diketahui BMKG, kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Makassar bagian Selatan, Laut Arafuru bagian timur, Perairan timur Bitung, Perairan Kep. Sangihe – Talaud, dan Laut Maluku bagian utara. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Dari hasil pantauan BMKG, sejumlah wilayah perairan di Indonesia berpeluang mengalami gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah perairan tersebut antara lain Selat Malaka Bagian Utara, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perariran Timur P.Simeulu, hingga Kep. Mentawai, Selat Sape bagian Selatan, Selat Ombai, Laut Timor Selatan NTT, Laut Natuna Utara, Perairan Selatan Kalimantan Bagian Timur, Laut Jawa Bagian Timur, Perairan Selatan Kep. Kangean, Perairan Kotabaru, Perariran Balikpapan, Selat Makassar Bagian Tengah dan Selatan, Laut Bali, Selat Lombok Bagian Utara.

Selain itu, di Perairan Kep. Sangihe, Perairan Timur Bitung Perairan Sulawesi Utara, Laut Maluku, Perairan Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Sorong – RajaAmpat, Samudra Pasifik Utara Barat Hingga Papua, Perairan Timur Kep. Wakatobi, Perairan Selatan Kep. Sula, Laut Banda Dan Laut Seram, Perairan Kep. Letti Hingga Tanimbar, Perairan Kep. Kei Hingga Kep. Aru, Perairan Fakfak Hingga amamapera, Laut Arafuru.

Selain itu sejumlah wilayah perairan lain seperti Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat P.Simuelue Hingga Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu Hingga Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa Hingga P.Sumba, Selat Bali – Lombok – Alas Bagian Selatan, Selat Sumba Bagian Barat, Perairan Selatan P.Sawu HIngga P.Rote, Laut Sawu, Samudera Hindia Selatan Jawa Hingga NTT, Perairan Kep. Talaud, Samudra Pasifik Utara Halmahera, berpotensi terjadi gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter.

Diharap memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran: Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

BMKG harap kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli